Indonesia Bakal Terapkan Smart Water Management di Kota Metropolitan

Kompas.com - 17/12/2020, 15:37 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti acara AWC Board of Council Meeting ke-12, Rabu (16/12/2020) petang. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti acara AWC Board of Council Meeting ke-12, Rabu (16/12/2020) petang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menerapkan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) berupa Smart Water Management (SWM) di kota metropolitan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, air merupakan isu yang sangat penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini, sumber air terus menipis karena pertumbuhan populasi dan urbanisasi, permintaan standar hidup terus meningkat, persaingan penggunaan air, konversi lahan dan pencemaran lingkungan. Beberapa permasalahan ini diperparah dengan adanya Pandemi Covid-19 yang belum usai,” terang Basuki dalam siaran pers, Kamis (17/12/2020).

Basuki mengungkapkan, ketersediaan air Indonesia terlihat sangai baik, namun jika dilihat lebih detail secara kewilayahan tidak merata. 

Sebagai contoh, jika dilihat dari luasan pulaunya, Pulau Jawa memiliki ketersediaan air yang cukup.

Namun, Pulau Jawa menanggung beban lebih dari setengah penduduk Indonesia.

Selain pemerataan air, terdapat isu penurunan kualitas air akibat limbah domestik dan industri yang merupakan masalah sangat serius.

Baca juga: Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo, Pemerintah Beralasan Perlancar KTT G-20

Dia menjelaskan, penerapan SWM ini mencakup empat hal. Pertama, pengelolaan air perkotaan terpadu.

Kemudian, penyediaan air baku menggunakan bendungan sebagai sumber air permukaan dan penggunaan struktur termasuk dalam kriteria Low Impact Development (LID) seperti konsep Stormwater Management Model (SWMM) agar air hujan dapat disimpan sebagai air tanah.

Lalu, integrasi pengelolaan banjir pada penyediaan air baku dengan memanfaatkan kolam retensi dan danau serta mengaplikasikan Smart Nexus System untuk pemantauan dan distribusi air.

Adapun Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asia International Water Week (AIWW) ke-2 yang akan berlangsung pada November 2021 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

AIWW merupakan forum yang diselenggarakan secara rutin setiap tiga tahun sekali untuk melaporkan progres dan merumuskan implementasi kebijakan dalam memecahkan masalah keairan di Asia.

Awalnya, AIWW ke-2 rencananya akan berlangsung pada Oktober 2020. Namun, harus ditunda hingga November 2021 karena Pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, AIWW pertama telah diselenggarakan pada tahun 2017 silam di Gyeongju, Korea Selatan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.