Perpanjang Runway Bandara Lombok, Hutama Karya Gunakan Aspal PG

Kompas.com - 14/12/2020, 09:30 WIB
Hutama Karya akan mengerjakan overlay runway eksisting dengan ukuran 2.750 meter x 60 meter dan perpanjangan runway dengan ukuran 550 meter x 60 meter berikut sarana penunjangnya Hutama KaryaHutama Karya akan mengerjakan overlay runway eksisting dengan ukuran 2.750 meter x 60 meter dan perpanjangan runway dengan ukuran 550 meter x 60 meter berikut sarana penunjangnya

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) mendapat kontrak pekerjaan proyek landasan pacu atau runway dan sarana penunjang Bandara Internasional Lombok (BIL) milik PT Angkasa Pura I.

Penandatanganan kontrak pekerjaan senilai Rp 278.066.292.900 (termasuk PPN 10 persen) ini dilakukan pada Selasa (10/11/2020) di Gedung Angkasa Pura I, Jakarta Pusat.

Proyek ini merupakan bagian dari infrastruktur regional pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP 2021.

Dalam proyek ini, Hutama Karya akan merevitalisasi runway eksisting melalui overlay dengan ukuran 2.750 meter x 60 meter dan perpanjangan runway dengan ukuran 550 meter x 60 meter berikut sarana penunjangnya.

Dengan revitalisasi tersebut, akan ada peningkatan kapasitas operasional  bandara serta kapasitas runway maksimum yang semula untuk pesawat Boeing 737 menjadi pesawat Boeing 777.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Hutama Karya Renovasi RS Unhas Rp 161 Miliar

Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra menuturkan, dalam mengerjakan proyek-proyek runway bandara internasional, Hutama Karya menggunakan aspal pengikat berkualitas tinggi dengan sistem performance grading (PG).

Aspal PG ini memiliki spesifikasi pengolahan pada suhu tinggi dan penurunan suhu yang cepat setelah di hampar sehingga dapat langsung difungsikan setelah beberapa jam.

Menurut Novias, keunggulan aspal dengan sistem PG ini adalah lebih kuat dan tahan akan keretakan atau kerusakan lainnya sehingga banyak digunakan pada pekerjaan jalan atau runway bandara di dunia.

Jenis aspal ini juga sudah digunakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Hal ini membuat pengelola bandara, baik itu Angkasa Pura I dan II, juga ingin mengimplementasikannya di bandara-bandara lain di Indonesia, termasuk di Bandara Internasional Lombok ini,” ungkap Novias dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X