Tanggulangi Banjir di Bandung, Pemerintah Bangun Kolam Retensi dan Polder

Kompas.com - 12/12/2020, 09:00 WIB
Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan Kolam Retensi Andir dan lima polder di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dok. Kementerian PUPR.Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan Kolam Retensi Andir dan lima polder di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Kolam Retensi Andir dan lima polder di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kelima polder tersebut yaitu Polder Cipalasari-1 dengan luas daerah tangkapan 29,79 hektar. Polder Cipalasari-2 dengan tangkapan area 11,79  hektar, dan Polder Cijambe Barat mencakup area 78,20 hektar. Masing-masing polder memiliki volume tampungan 1.125 meter kubik.

Kemudian, Polder Cijambe Timur dengan tangkapan area 58,60 hektar dan volume tampungan 1.125 meter kubik serta Polder Cisangkuy menangkap 7,85 hektar area dan volume 450 meter kubik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pembangunan Kolam Retensi Andir dan lima polder merupakan upaya kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung.

"Ini bagian dari upaya kami menanggulangi banjir, bukan menghilangkannya. Diharapkan dengan pembangunan ini mampu mengurangi dampaknya (banjir)," tegas Ridwan melalui keterangan persnya, Jumat (11/12/2020).

Pembangunan kolam retensi dan kelima polder tersebut memakan anggaran sebesar Rp 141 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2021.

Baca juga: Sudetan Cisangkuy Siap Diresmikan, Kurangi Luas Genangan Banjir 700 Hektar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengungkapkan, pembangunan kolam retensi Andir menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan.

"Selain ini, kami juga telah membangun Sudetan Cisangkuy dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum yang lainnya," kata Jarot.

Kolam retensi Andir akan dibangun di lahan seluas 4,85 hektar dengan luas daerah tangkapan air 148,78 hektar, luas genangan 2,75 hektar, serta volume tampungan hingga 137.500 meter kubik.

Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa diserap oleh kolam retensi dan bisa dipompa kembali ke sungai setelah normal.

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 hektar dan volume tampung 190.000 meter kubik.

Tujuan pembangunan Kolam Retensi yang selesai pada 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 hektar dan memiliki potensi sebagai area wisata.

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero ) dan PT Barata Indonesia (Persero) dengan skema kerja sama operasi (KSO) sebesar Rp 203 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X