Libatkan Arsitek, Kementerian PUPR Rehabilitasi Lasem Tahun 2021

Kompas.com - 03/12/2020, 19:30 WIB
Suasana Kelenteng Cu An Kiong yang berada di tengah-tengah Kampung Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (5/10/2014). Kelenteng ini selalu dikunjungi wisatawan dari sejumlah kota. Kelenteng yang diperkirakan dibangun tahun 1450?diakui tertua di Jawa?ini berada di perkampungan santri dan dikelilingi delapan pondok pesantren. Hal ini menjadi bukti warga Lasem menjaga keberagaman dalam kehidupannya. KOMPAS/WINARTO HERUSANSONOSuasana Kelenteng Cu An Kiong yang berada di tengah-tengah Kampung Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (5/10/2014). Kelenteng ini selalu dikunjungi wisatawan dari sejumlah kota. Kelenteng yang diperkirakan dibangun tahun 1450?diakui tertua di Jawa?ini berada di perkampungan santri dan dikelilingi delapan pondok pesantren. Hal ini menjadi bukti warga Lasem menjaga keberagaman dalam kehidupannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, kawasan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan segera direhabilitasi mulai Tahun 2021.

"Kawasan lama akan kami rehabilitasi, jadi setelah Kota Lama Semarang, kami juga akan merehabilitasi Lasem. Desainnya sudah selesai dan proyek dimulai pada 2021," kata Basuki usai pengukuhan Dewan Arsitek Indonesia (DAI) di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (03/12/2020).

Selain sebagai kawasan budaya, Lasem juga bersejarah karena merepresentasikan keberagaman serta kebhinekaan. Oleh karena itu, dalam merehabilitasi Lasem, Kementerian PUPR melibatkan arsitek

Arsitek berperan sebagai pembuat desain infrastruktur sebagaimana fungsinya, sekaligus  bertugas mempercantik kawasan dan bangunan menjadi lebih estetis, sehingga memberikan nilai dan manfaat tambahan bagi masarakat.

Baca juga: Creative Hub, Penataan Lanjutan Kota Lama Semarang

"Saya minta bangunan-bangunan apa pun seperti jembatan atau bendungan harus melibatkan arsitek. Karena saya sadar tanpa arsitek bangunan-bangunan itu menjadi besi dan beton yang kosong tidak ada rasanya, tidak ada estetikanya," cetus Basuki.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR terus mendorong program penataan kota melalui berbagai pembangunan infrastruktur berbasis pendekatan wilayah.

Pembangunan kota berkelanjutan menjadi pembangunan yang dapat mengintergasikan berbagai aspek terutama aspek sosial dan ekonomi. Namun demikian, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Penataan kota yang dilakukan Kementerian PUPR melalui pengembangan potensi kota seperti aset pusaka kota, kawasan heritage, dan bangunan bersejarah beserta budaya masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian PPUPR telah menyelesaikan rehabilitasi Kota Lama Semarang seluas 22,2 hektar pada tahun 2019.

Program tersebut menjadi pendorong pembangunan Semarang sebagai kota pusaka layak huni dan berkelanjutan. Selain itu, juga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan sektor pariwisata daerah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X