Saat Pandemi, Apartemen Rp 25 Miliar di Jakarta Justru Dibeli WNI

Kompas.com - 18/08/2020, 15:08 WIB

Catatan penjualan enam unit ini terjadi selama Maret-Jui 2020, ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diberlakukan secara ketat di tingkat nasional ataupun di Provinsi DKI Jakarta.

Senior Vice President of Sales and Marketing Rajawali Property Group Swanny Hendrarta mengungkapkan, selama kurun tiga bulan tersebut, banyak calon buyers yang justru menghubunginya untuk menanyakan informasi detail tentang apartemen ini.

Baca juga: Akhirnya, The St Regis Jakarta Bergeser ke Kuningan

Tak sekadar bertanya, mereka juga melakukan transaksi setelah menyaksikan progres pembangunan fisik The Residence at The St Regis Jakarta yang memasuki tahap akhir.

"Justru saat Pandemi Covid-19 kelas atas (mewah) masih menunjukkan pergerakan. Ini karena kami belum memutuskan untuk menaikkan harga jual meski konstruksi fisik sudah tutup atap," terang Swanny menjawab pertanyaan Kompas.com, Senin (17/8/2020).

Swanny menambahkan, WNI pembeli The Residence at The St Regis Jakarta memanfaatkan metode pembayaran tunai bertahap atau cash installment, dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Hingga saat ini, dari total 195 unit yang ditawarkan, telah terserap sekitar 90 unit dengan sebagian besar atau 95 persen dibeli oleh warga negara Indonesia (WNI).

Dengan catatan penjualan tersebut, Swanny optimistis semua unit The Residence at The St Regis Jakarta dapat terjual habis.

Seiring progres pembangunan, dan RUU Cipta Kerja yang memungkinkan warga negara asing (WNA) dapat membeli hunian dengan status Hak Guna Bangunan (HGB).

Hal ini karena harga jual yang ditawarkan juga dianggap dapat menarik minat WNA untuk membelanjakan uangnya.

The Residences at The St Regis Jakarta merupakan bagian dari proyek multifungsi Rajawali Place.

Baca juga: Hotel The St Regis Jakarta Siap Melayani Kalangan Jetset Tahun 2016

Gedung ini juga akan terhubung dengan The St Regis Hotel Jakarta yang berada dalam satu kompleks.

Selain itu, terdapat juga gedung perkantoran yang akan dijadikan sebagai kantor pusat (head quarter) Rajawali Group.

Adapun interior gedung dirancang oleh konsultan arsitektur Inggris dan Amerika Serikat yang bekerja sama dengan desainer lanskap Bill Bensley.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.