Prediksi McKinsey, Tahun 2030 Bangunan Tinggi Dibuat secara Modular

Kompas.com - 11/08/2020, 16:00 WIB
Empire State Building, Manhattan, New York City, Amerika Serikat. benpipe.com/Ben Pipe PhotographyEmpire State Building, Manhattan, New York City, Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com - McKinsey & Company memprediksi akan ada perubahan besar   bangunan tinggi (high-rise) pada tahun 2030 mendatang, baik dari sisi teknologi dan pelayanan.

Senior Partner Munich McKinsey & Company Gernot Strube mengungkapkan, penggunaan teknologi modular yang berkembang pesat pada bangunan tinggi berdampak besar pada arus lalu lintas.

"Masyarakat tidak akan menerima lagi gangguan lalu lintas karena proses konstruksi. Sebab, teknologi modular mempercepat waktu pengerjaan gedung tinggi," ucap Gernot dalam laporannya yang dikutip Kompas.com, Selasa (11/8/2020). 

Baca juga: Tren dan Peluang Masa Depan Desain Zoomable Home Office

Gernot melanjutkan, penggunaan teknologi modular juga dapat mengurangi polusi yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi para pengendara, baik kendaraan bermotor, bus, truk, dan lain sebagainya.

Hal ini disebabkan karena waktu pembangunan suatu gedung dapat diselesaikan secara efisien dan efektif.

Jika penggunaan teknologi modular yang diterapkan pada seluruh bangunan di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, ini juga menjalar ke seluruh dunia tak menutup kemungkinan industri properti bakal kembali bangkit.

Baca juga: Kazakhstan Berencana Bangun Gedung Tinggi di Atas Sungai

"Sepuluh tahun ke depan, kami mengharapkan potensi pasar sebesar 130 millar dollar AS (Rp 1.910 triliun) hanya di Eropa dan Amerika Serikat," ucap Partner Zurich McKinsey Global Insitute Jan Mischke.

Sementara Senior Partner New York McKinsey & Company Aditya Sanghvi menambahkan, bangunan tinggi bukan hanya digunakan sebagai aktivitas perkantoran saja, melainkan juga tempat tinggal, berolahraga, hotel, dan tempat berkumpul.

Aditya mencontohkan, selama ini suatu gedung yang memiliki 50 lantai hanya menjadi tempat perkantoran.

Namun pada tahun 2030 mendatang, 50 lantai akan dibagi ke dalam beberapa kebutuhan.  Misalnya, 15 lantai untuk area berkumpul keluarga, hotel, dan lain sebagainya.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Terapkan Desain Hunian dengan Banyak Bukaan

Bahkan, gedung tinggi juga akan melayani kebutuhan penghuni yang menempatinya seperti, mencuci dan menyetrika pakaian, memberikan layanan perawatan kepada hewan peliharaan, layanan pengasuhan anak-anak dengan menggunakan teknologi digital.

Menurut Aditya, para pemilik gedung tinggi dapat memasukkan teknologi digital baru yang berpengaruh besar dan menjawab kebutuhan para penghuni atau penyewa gedung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X