Menurut REI, Koridor Timur Jakarta Bakal Paling Cepat Bangkit

Kompas.com - 02/07/2020, 21:00 WIB
Proyek Grand Kamala Lagoon di lahan terbesar milik PT PP Properti Tbk seluas 25 hektar di Bekasi. Nathania HapsariProyek Grand Kamala Lagoon di lahan terbesar milik PT PP Properti Tbk seluas 25 hektar di Bekasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan Hari Ganie mengatakan, koridor timur Jakarta dinilai sebagai kawasan yang dapat mengawali pemulihan perekonomian Pasca-pandemi Covid-19, terutama sektor properti.

Sebagaimana diketahui, sektor properti mengalami koreksi besar sejak Covid-19 mewabah di Indonesia.

Okupansi hotel anjlok 90 persen, okupansi mal mengalami penurunan pengunjung 75 persen, okupansi perkantoran merosot 74,6 persen, serta rumah komersial terkoreksi 50 persen. 

"Kenapa kita mulai (pemulihan ekonomi) di kawasan timur Jakarta ini? Karena, kawasan ini bisa disebut fast-growing area  atau kawasan yang berkembang sangat cepat," ucap Ganie dalam konferensi virtual, Kamis (2/7/2020).

Ganie melanjutkan, koridor timur Jakarta dapat berkembang sangat cepat karena adanya dukungan infrastruktur dari Pemerintah.

Sebagai contoh, Pemerintah telah mengoperasionalkan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Baca juga: Sepuluh Tahun Lagi, Koridor Timur Jakarta Diprediksi Krisis Air Baku

Ganie menjelaskan, koridor timur Jakarta memiliki suplai perumahan paling banyak dibanding area lainnya di Jakarta atau sebanyak 47 persen, dengaj 29 persen di antaranya untuk menengah ke bawah.

Mengantisipasi peluang ini, para pengembang di koridor timur Jakarta telah membentuk konsorsium informal yang beranggotakan 15 pengembang

Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono mengatakan, potensi kawasan ini  sangat besar. Terutama untuk hunian terintegrasi transportasi publik.

"Hal ini dalam waktu beberapabtahun lagi, seluruh infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) akan rampung dan koridor timur Jakarta sangat diuntungkan," kata Sutedja.

Berikut ini daftar 15 pengembang yang membentuk konsorsium informal di koridor timur Jakarta:

  1. PT Modernland Realty Tbk-Jakarta Garden City
  2. PT Summarecon Agung Tbk- Summarecon Bekasi
  3. PT PP Properti (Persero) Tbk-Grand Kamala Lagoon
  4. PT Adhi Commuter Properti-LRT City
  5. Sinarmas Land-Grand Wisata 
  6. PT Metropolitan Land Tbk-Metland Tambun
  7. PT Sirius Surya Sentosa-Vasanta Innopark
  8. PT Metropolitan Land Tbk-Metland CibitungP
  9. PTPollux Properti Indonesia Tbk-Chadstone
  10. PT Jababeka Tbk-Jababeka City
  11. PT Lippo Cikarang Tbk-Meikarta
  12. Sinarmas Land-Kota Deltamas
  13. PT Agung Podomoro Land Tbk-Grand Taruma
  14. PT Galuh Citarum-Galuh Mas
  15. PT Summarecon Agung Tbk-Summarecon Emerald Karawang



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X