Kriteria Pasien yang Ditempatkan di Fasilitas Isolasi Lamongan

Kompas.com - 19/06/2020, 15:53 WIB
Salah satu ruangan yang ada di fasilitas observasi dan isolasi penyakit infeksi emerging/virus corona (Covid-19) di Kabupaten Lamongan. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHSalah satu ruangan yang ada di fasilitas observasi dan isolasi penyakit infeksi emerging/virus corona (Covid-19) di Kabupaten Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Operasionalisasi fasilitas observasi dan isolasi penyakit infeksi menular di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akan langsung dilaksanakan selepas diresmikan secara virtual oleh BNPB dan Kementerian PUPR, Kamis (18/6/2020).

Bupati Lamongan Fadeli memastikan sudah berkoordinasi dengan gugus tugas pencegahan Covid-19 dan RSUD Dr. Soegiri terkait pasien positif prioritas yang bakal menempati fasilitas tersebut.

"Tentunya yang pertama untuk masyarakat Kabupaten Lamongan, yang kedua kalau memang dimungkinkan di luar Lamongan silakan. Tapi yang penting untuk masyarakat Lamongan dulu," ujar Fadeli.

Fadeli menjelaskan, kendati sudah ada sebanyak 68 pasien yang sembuh dari 175 kasus positif, namun peresmian fasilitas ini tetap saja dinantikan, guna memberikan perawatan medis bagi pasien yang masih dalam perawatan.

Baca juga: Dana Pembangunan Fasilitas Isolasi di Lamongan Masih Diaudit BPKP

"Kalau saya hitung, sekarang di sini (RSUD Dr. Soegiri) ada 31 pasien, di Rusunawa ada 28, di Karang Kembang ada 11. Sementara yang dipindah semua dari Soegiri, yang 31. Sebab yang ada di Rusunawa sebetulnya ya kondisinya sudah baik, tinggal menunggu pulih," jelas Fadeli.

Fasilitas observasi dan isolasi ini dibangun di atas lahan seluas 6.070 meter persegi, memiliki 82 tempat tidur, yang terbagi atas 75 tempat tidur observasi dan 7 tempat tidur isolasi.

Adapun rinciannya, bangunan screening terdiri dari ruang petugas administrasi dan farmasi, laboratorium, serta x-ray.

Kemudian bangunan karantina 1 terdiri dari 25 tempat tidur observasi, ruang tindakan, ruang dokter, dan mobile x-ray.

Bangunan karantina 2 juga dibangun yang terdiri dari 50 tempat tidur observasi, ruang tindakan, dan ruang dokter.

Sementara untuk bangunan isolasi, terdiri dari tujuh tempat tidur, ruang dokter, dan perawat yang dilengkapi bangunan satelit terdiri dari ruang sterilisasi, gizi, laundry, alat medis kotor dan farmasi.

Kementerian PUPR juga membangun powerhouse untuk ruang pompa dan ground water tank, ruang jenazah, tempat sampah, penataan landscape, parkir umum dan dokter, serta pagar keliling.

Selain di Kabupaten Lamongan, fasilitas serupa juga dibangun pemerintah di Rumah Sakit Darurat di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta dan juga Rumah Sakit Darurat yang ada di Biak Numfor, Papua.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X