Rencana Pembangunan Gedung Parlemen India Dikritik Keras

Kompas.com - 24/05/2020, 22:00 WIB
Rancangan gedung parlemen baru India HCP DesignsRancangan gedung parlemen baru India

Para kritikus juga menyatakan keprihatinannya bahwa perombakan akan menghancurkan bangunan paling ikonik India dan melanggar ruang hijau.

Salah satu penentang rencana ini, Anuj Srivastava menuturkan, tidak ada transparansi dan konsultasi dalam perencanaan pembangunan.

Srivasta yang juga merupakan seorang arsitek mengatakan, rencana pembangunan ini merupakan proyek yang menunjukkan kesombongan Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan citranya.

Baca juga: Potensi Besar Bisnis Co-Living di India

Direktur Desain HCP Bobby Desai membantah tuduhan itu. Dia mengungkapkan, bangunan tersebut sejak awal memang tidak dirancang untuk digunakan sebagai gedung parlemen bagi negara berpenduduk 1,4 miliar tersebut.

Sebagai informasi, saat ini, ada 550 perwakilan rakyat yang duduk dalam gedung tersebut.

Namun jumlah perwakilan masyarakat tersebut dirasa kurang, karena berdasarka pada sensus tahun 1971 ketika populasi India masih 580 juta orang.

Nantinya, jumlah kursi di parlemen akan ditinjau pada tahun 2026. Beberapa piihak memperkirakan, jumlahnya akan bertambah menjadi 900 orang.

"Setelah kemerdekaan, parlemen terlalu kecil, karena bangunan yang ada merupakan tempat untuk menampung dewan untuk pemerintahan British Raj," ujar Desai seperti dikutip dari laman The Guardian.

Desai bersikeras, bahwa gedung yang saat ini digunakan tidak aman. Dia juga menyatakan, keberadaan gedung baru merupakan satu-satunya pilihan.

"Bangunan ini menyandang status sebagai warisan dan secara fisik tidak dapat diperluas lebih jauh," kata Desai.

Dia menambahkan, desain gedung parlemen yang baru juga akan mencakup ruang hijau publik seluas 75 hektar.

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X