Keberlanjutan Bisnis Properti Perlu Dukungan Seluruh Pihak

Kompas.com - 21/05/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi pasangan muda berencana membeli rumah. SHUTTERSSTOCK/RUSTLEIlustrasi pasangan muda berencana membeli rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, keberlangsungan bisnis properti perlu dukungan dari seluruh pihak.

Termasuk masalah penambahan kuota rumah subsidi. Hal ini penting, lantaran dana subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) habis sebelum waktunya.

Ketika permintaan penambahan kuota tersebut sudah disetujui, wabah Covid-19 muncul dan membuat pengembang kembali harus berjuang.

"Artinya tujuh bulan kita terdampak oleh kuota yang sedikit, selanjutnya terdampak lagi oleh Covid-19," kata Junaidi dalam konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Selain Restrukturisasi Kredit, Pengembang Minta BTN Kabulkan 5 Hal

Oleh karena itu, para pengembang perumahan meminta adanya sinergi antara regulator dan eksekutor.

Junaidi juga meminta para pengembang di daerah untuk memberikan kemudahan dan memberikan kebebasan dari sisi uang muka kepada konsumen.

Selain itu, relaksasi dari perbankan juga sangat diharapkan, termasuk PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. atau BTN selaku bank penyalur kredit perumahan terbesar, untuk ikut meringankan beban pengembang.

Junaidi meminta fleksibilitas khususnya dari penerapan sistem Remote Procedural Call (RPC) yang dinilai sangat kaku dan menyulitkan komunikasi.

Sebelum penerapan sistem RPC, pengembang menilai masih mudah untuk melakukan komunikasi dengan kantor cabang di daerah.

Senada dengan Junaidi, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida meminta agar sistem tersebut ditinjau ulang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X