Bantu Anggota Terdampak Corona, Himperra Maksimalkan Pemasaran Digital

Kompas.com - 20/05/2020, 21:09 WIB
Ilustrasi rumah dan kumpulan uang. SHUTTERSTOCK/CHIRAPHANIlustrasi rumah dan kumpulan uang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Merebaknya wabah Covid-19 di hampir seluruh wilayah Indonesia menyebabkan aktivitas penjualan dan pembangunan proyek perumahan terganggu.

Dampak lainnya adalah berkurangnya mobilitas calon pembeli. Untuk itu, pengembang perlu memaksimalkan komunikasi tanpa tatap muka.

Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan, guna mengatasi hal ini, pihaknya menyiapkan teknik marketing secara digital.

"Dari Himperra kami akan menggunakan teknik marketing digital," kata Endang dalam konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Endang menambahkan, saat ini asosiasi sedang membentuk tim kecil guna memberikan layanan kepada para anggotanya.

Nantinya tim tersebut akan memberikan bimbingan presentasi digital kepada anggotanya. Dengan demikian, dapat mengurang tatap muka atau kontak langsung.

Baca juga: Ini Usulan Pengembang Rumah Rakyat Atasi Dampak Covid-19

Selain itu, Endang mengatakan, saat krisis seperti sekarang, pengembang perlu mengidentifikasi kelompok sasaran baru. Utamanya adalah mereka yang secara finansial minim terkoreksi jika terjadi pandemi.

Ini karena pandemi menyebabkan perubahan signifikan. Selain pembatasan mobilitas, wabah ini juga menyebabkan penurunan kemampuan finansial sebagian kelompok masyarakat.

"Kita juga harus berinovasi menggali kelompok sasaran baru yang kemampuan finansialnya minim terkoreksi," ucap dia.

Kelompok tersebut, sebut dia, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, dan ASN vertikal. Pengembang juga perlu menyasar kelompok manufaktur terutama di bidang kesehatan atau farmasi.

Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan berkurangnya pendapatan calon pembeli maupun nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Oleh karenanya, Endang mengusulkan pengembang serta asosiasi untuk melakukan pendekatan ke perbankan dan pemerintah.

"Kita memerlukan mungkin du arah yaitu pendekatan kpd bank, kedua pendekatan kpd pemerintah," ujar Endang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X