Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Termasuk yang Kembali Dibuka

Kompas.com - 06/05/2020, 15:44 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi mengoperasikan kembali Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) setelah sempat ditutup sementara mulai Jumat (24/4/2020) pukul 00.00 WIB.

Saat itu, kebijakan menutup ruas jalan bebas hambatan tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta larangan mudik Lebaran 2020.

Dibukanya kembali Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) merupakan bagian dari upaya Pemerintah mendukung jalur logistik serta membantu masyarakat melakukan perjalanan karena kepentingan khusus.

Baca juga: Kamis Besok, Semua Moda Transportasi Kembali Beroperasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal itu ketika menghadiri Rapat bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu (6/5/2020).

"Seperti yang Pak Budi katakan, logistik tetap berjalan. Tidak terganggu. Namun, saya tegaskan mudik tetap dilarang," kata Basuki.

Operasionalisasi jalan tol dan jalan nasional merupakan penjabaran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Larangan Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca juga: Jalan Tol yang Dibuka untuk Kepentingan Khusus Saat Larangan Mudik

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melakukan penambahan pengecualian sebagai tindak lanjut atas surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang meminta kepastian distribusi logistik tetap berjalan meskipun mudik dilarang.

Atas dasar tersebut, Menteri Perhubungan meminta Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk membuat kriteria perluasan pengecualian tersebut sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Setelah itu, Kementerian Perhubungan dapat menyediakan sarana dan prasarana transportasi atas dasar rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Artinya, setiap orang yang melakukan perjalanan boleh menggunakan angkutan setelah membawa surat kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Mudik Dilarang, 90 Persen Jalan di Jatim dan Bali Dipastikan dalam Kondisi Mantap

Meski Mudik Dilarang, 90 Persen Jalan di Jatim dan Bali Dipastikan dalam Kondisi Mantap

Berita
Cara Praktis Mendekorasi Apartemen Sewa

Cara Praktis Mendekorasi Apartemen Sewa

Interior
Kamis Ini, Asosiasi Profesi Menghadap Presiden Jokowi Beri Masukan Terkait Istana Negara

Kamis Ini, Asosiasi Profesi Menghadap Presiden Jokowi Beri Masukan Terkait Istana Negara

Berita
5 Keuntungan Membeli Rumah di Area yang Sedang Naik Daun

5 Keuntungan Membeli Rumah di Area yang Sedang Naik Daun

Hunian
Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Berita
Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Berita
Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Kawasan Terpadu
Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Kawasan Terpadu
Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Berita
Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Konstruksi
Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Perumahan
'Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya'

"Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya"

Kawasan Terpadu
Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips
BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

Berita
Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X