Penulis
"Karena bersepeda dapat menjaga hormon di otak seperti endorphin dan dopamine yang memungkinkan mood menjadi lebih stabil," kata Lucky.
Hanya saja, ada beberapa hal yang harus dipatuhi saat bersepeda di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya anjuran untuk bersepeda sendirian, alias solo ride.
Bersepeda sendirian atau maksimal dengan satu kawan menjadi cara aman untuk menghindarkan masyarakat dari berkumpul dengan orang banyak.
Lucky memberikan tips agar bersepeda tetap nyaman, aman, dan dapat menghindarkan diri dari potensi tertular Covid-19.
Berikut tipsnya:
1. Anda harus memastikan kondisi tubuh fit. Imbauan physical distancing juga harus tetap dilakukan jika memang aktivitas bersepeda melibatkan lebih dari dua orang.
2. Jaga jarak aman sekitar 10 meter hingga 20 meter dalam satu jalur. Namun, sebaiknya lebih aman bersepeda sendirian.
3. Untuk menekan risiko penyebaran virus Covid-19 sebaiknya menggunakan sepeda milik sendiri.
Jika menggunakan sepeda milik orang lain, Anda tidak akan tahu riwayat penggunaan sepeda tersebut.
4. Tidak dianjurkan singgah di tempat umum usai bersepeda. Lebih baik, Anda langsung pulang ke rumah, membersihkan diri, dan melakukan aktivitas bersama keluarga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.