Meski Pandemi Kian Meluas, Proyek 3 Pasar di Jatim Terus Dikebut

Kompas.com - 16/04/2020, 18:00 WIB
Pasar Pon di Trenggalek Dok. Kementerian PUPRPasar Pon di Trenggalek

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pekerjaan rehabilitasi 21 pasar dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR Kamis (16/4/2020) mengatakan, pembangunan atau rehabilitas pasar dilakukan dengan meningkatkan fungsinya sebagai sarana perdagangan rakyat.

Dari jumlah pasar yang dibangun, tiga pasar di antaranya berada di Jawa Timur (Jatim). Ketiganya adalah Pasar Legi di Kabupaten Ponorogo, Pasar Benteng Pancasila di Mojokerto, dan Pasar Pon di Trenggalek.

Baca juga: Gara-gara Corona, Proyek Dua Pasar di Penajam Passer Utara Dibatalkan

Perbaikan Pasar Legi dilakukan karena rusak terbakar. Sebelumnya, luas bangunan pasar 16.012 meter persegi dengan dua lantai dan bisa menampung 3.300 pedagang yang terdiri dari 196 kios serta 1.830 lapak.

Rekonstruksi Pasar Legi meliputi pembangunan Gedung A seluas 24.960 meter persegi dan dapat digunakan untuk menampung 2.462 lapak.

Lalu Gedung B seluas 7.005 meter persegi serta revitalisasi gedung penunjang seluas 207 meter persegi. Pembangunannya mulai dikerjakan sejak 20 Februari 2020 dengan biaya sebesar Rp 133,6 miliar.

Saat ini progres pembangunannya baru mencapai 4,25 persen dan ditargetkan selesao pada 30 Desember 2020.

Kemudian Pasar Benteng Pancasila dibangun seluas 2.961 meter persegi dan terdiri dari 98 kios. Pasar ini bisa menampung 244 pedagang.

Rekonstruksinya dimulai pada 28 Januari 2020 meliputi pembangunan gedung seluas 3.400 meter peregi dengan 248 unit kios.

Adapun biaya yang dikucurkan sebesar Rp 11,2 miliar. Hingga saat ini, progres konstruksinya mencapai 10,48 persen.

Selanjutnya konstruksi Pasar Pon sudah mencapai 13,65 persen. Pasar ini dibangun di lahan seluas 12.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 5.800 meter persegi.

Fasilitas ini didirikan dengan anggaran sebesar Rp 69,3 miliar sejak 10 Januari 2020. Pembangunannya ditargetkan rampung pada November 2020.

Basuki mengatakan, pembangunan pasar selama pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan pembatasan jumlah dan jarak orang serta pengaturan shift kerja.

Tak hanya itu, pekerja pun menggunakan masker.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X