Gara-gara Corona, Proyek Dua Pasar di Penajam Passer Utara Dibatalkan

Kompas.com - 09/04/2020, 16:00 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua paket proyek pembangunan pasar desa atau pasar rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, batal dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

Penyebabnya, anggaran untuk pembangunan proyek tersebut dialihkan oleh Pemerintah Pusat untuk memerangi virus Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, anggaran proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus ( DAK) telah ditarik kembali oleh Pemerintah Pusat.

Dengan begitu, pasar rakyat yang rencananya akan dibangun di Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu dan di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku pada 2020 dibatalkan oleh Pemerintah Pusat.

"Total anggaran proyek pembangunan dua pasar desa yang dibatalkan Pemerintah Pusat itu kurang lebih Rp 3,75 miliar," ucap Kuncoro seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2020).

Rinciannya, anggaran pembangunan pasar rakyat untuk Desa Sumber Sari melalui DAK dari Kementerian Perdagangan kurang lebih Rp 2,8 miliar.

Baca juga: Mei 2020, Rencana Induk Infrastruktur IKN Dipresentasikan di Depan Jokowi

Sementara, pembangunan pasar rakyat di Desa Bumi Harapan melalui dana tugas perbantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sekitar Rp 950 juta.

Sukoro melanjutkan, sesuai surat edaran Kementerian Keuangan Nomor S-247/MK.07/2020, seluruh pengadaan barang dan jasa melalui DAK 2020 telah dihentikan.

Penundaan pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK tersebut tidak terbatas karena Pemerintah Pusat tengah fokus menangani pandemi virus Corona.

Pembatalan proyek bersumber dari DAK secara mendadak tersebut dinilai Kuncoro sangat merugikan Kabupaten Penajam Paser Utara, ditambah pembangunan pasar desa bersifat prioritas.

"Kami tidak sempat melakukan lelang kedua paket proyek pembangunan pasar desa itu karena musibah. Kalau dibilang rugi, Kabupaten Penajam Paser Utara merugi," jelas Kuncoro.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X