Hegemoni Jepang Memengaruhi Dunia Arsitektur

Kompas.com - 24/02/2020, 13:55 WIB
Negeri sakura tidak pernah meninggalkan apa yang menjadi budayanya. Ambil saja satu contoh. Rumah tinggal, misalnya.  Rumah sederhana dengan desain interior minimalis, dilengkapi pintu geser dan aksen kayu dominan menjadi isinya. ThinkstockNegeri sakura tidak pernah meninggalkan apa yang menjadi budayanya. Ambil saja satu contoh. Rumah tinggal, misalnya. Rumah sederhana dengan desain interior minimalis, dilengkapi pintu geser dan aksen kayu dominan menjadi isinya.

KOMPAS.com - Jepang tak hanya unggul di bidang teknologi. Sejumlah filosofi kehidupan hingga desain tempat tinggal masyarakat tradisionalnya telah memengaruhi sejumlah tren di berbagai negara.

Desainer interior Lauren Li dalam laman The Design Files menjelaskan, masyarakat Jepang cenderung menghargai ruang minimalis. Bukan hanya pada desain, penduduk Jepang juga terbiasa hidup minimalis.

Sangat menarik mengetahui bagaimana Jepang memengaruhi desain di negara-negara Barat selama ratusan tahun.

Baca juga: Simpel dan Modern, 4 Desain Rumah Gaya Jepang Bisa Anda Tiru

Bahkan, arsitek kondang seperti Frank Lloyd Wright dan William Moris terinspirasi dari Jepang.

Tak hanya itu, banyak desainer Nordik yang menemukan ilham dari desain ala Negara Matahari Terbit itu.

Dari motif yang diilhami alam, hingga penggunaan selongsong kayu dan pernis hitam, ada banyak cara Jepang memengaruhi desain dan arsitektur di Australia dan sekitarnya.

Dalam hal rumah, banyak khalayak mengetahui hunian merupakan masalah serius di negeri tersebut. Banyak rumah yang dibangun dengan luasan sangat kecil.

Namun hal tersebut tidak menjadi masalah. Ini karena, Jepang menerapkan desain yang mampu membuat kesan luas pada ruangan.

Jendela diposisikan dengan baik menghadap pemandangan taman yang secara tidak langsung memberikan kesan lebih banyak ruang di rumah. Cara ini terinspirasi dari teknik kuno Jepang bernama shakkei.

Desain ala Jepang lain yang kerap ditiru adalah Wabi-sabi. Dalam estetika tradisional Jepang, Wabi-sabi merupakan pandangan dunia yang terpusat pada penerimaan terhadap ketidaksempurnaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X