Perkembangan Terbaru Bendungan Rukoh Senilai Rp 1,5 Triliun

Kompas.com - 23/02/2020, 10:27 WIB
Konstruksi fisik Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terus dipercepat pekerjaannya oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tampak dalam gambar progres per Sabtu (22/2/2020). Hilda B Alexander/Kompas.comKonstruksi fisik Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terus dipercepat pekerjaannya oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tampak dalam gambar progres per Sabtu (22/2/2020).

BANDA ACEH, KOMPAS.com -  Bendungan Rukoh merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diprioritaskan pengerjaannya dan ditargetkan selesai pada 2022.

Bendungan yang berada di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, ini memiliki urgensi tinggi untuk direalisasikan serta mampu mendukung peningkatan sektor ketahanan pangan (pertanian) dan pemenuhan kebutuhan air.

Hingga saat ini, progres konstruksinya telah mencapai 8,69 persen dan tengah memasuki tahap penyelesaian outlet terowongan pengelak aliran sungai agar dapat dilakukan pekerjaan utama pada tubuh bendungan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Djaya Sukarno mengatakan, Bendungan Rukoh merupakan bendungan multipurpose dengan sejumlah manfaat.

Baca juga: Percepatan Konstruksi Bendungan Rukoh, Proyek Strategis Nasional di Aceh

Di antaranya sebagai irigasi, dapat mengairi lahan pertanian seluas 11.950 hektar. Diharapkan, masa panen petani menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun dari sebelumnya hanya satu atau dua kali masa panen dalam setahun.

 

Kemudian, penyediaan air baku 0,90 meter kubik per detik bagi 22.848 jiwa penduduk di Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, pemanfaatan untuk energi listrik sebesar 1,22 megawatt, dan sebagai pengendali banjir sebanyak 116,83 meter kubik per detik.

Pembangunan Bendungan Rukoh dibagi dalam dua paket pekerjaan dengan total nilai konstruksi Rp 1,5 triliun.

Paket I dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan pagu Rp 377.258.611.000, Paket II dikerjakan oleh KSO PT Waskita Karya (Pesrero) Tbk-PT Adhi Karya (Persero) Tbk-Andesmont dengan pagu Rp 1.129.147.661.000, dan supervisi Rp 53.641.978.000.

Berikut foto progres konstruksi Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh:

Area pekerjaan paket I Terowongan Pengelak

Foto drone terowongan pengelak Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Aceh.Dokumentasi BBWS Sumatera I Foto drone terowongan pengelak Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Aceh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X