Bangun Kawasan Perbatasan, Kementerian PUPR Prioritaskan 11 PLBN

Kompas.com - 20/02/2020, 10:35 WIB
Kementerian PUPR prioritaskan pembangunan 11 PLBN Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRKementerian PUPR prioritaskan pembangunan 11 PLBN

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 11 Pos Lintas Batas Negara ( PLBN) Terpadu di lima provinsi.

Pembangunan 11 PLBN telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Baca juga: Sarana Penunjang PLBN Motamasin Selesai Juli 2020

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari 11 PLBN tersebut, satu lokasi sudah selesai yakni PLBN Sota di Merauke karena telah dibangun sejak tahun 2019. Adapun pos lainnya baru akan dibangun pada tahun 2020.

"Untuk PLBN Sota, Menteri Polhukam akan melaporkan kepada Presiden tentang kesiapan untuk dapat diresmikan," ucap Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (20/2/2020).

Selain PLBN Sota, 10 pos lainnya antara lain PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang dan Sei Kelik di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat, Sei Pancang Sebatik, Long Midang, dan Labang di Kabupaten Nunukan dan Long Nawang di Kabupaten Malinau di Provinsi Kalimantan Utara.

Kemudian PLBN Serasan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kementerian PUPR prioritaskan pembangunan 11 PLBNDok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Kementerian PUPR prioritaskan pembangunan 11 PLBN
Menurut Basuki, kesepuluh PLBN tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2020. Namun untuk PLBN Oepoli, penyelesaiannya masih menunggu kesepakatan batas negra anntara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Timor Leste.

Adapun total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 11 milliar yang bersumber dari pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2020.

Basuki menyampaikan pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu caranya adalah dengan membangun pasar.

Dengan demikian, kehadiran PLBN dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Selain PLBN, Kementerian PUPR juga membangun fasilitas lainnya seperti bangunan utama, bangunan pemeriksa terpadu kedatangan, klinik, carwash/disifectant, jembatan timbang, pemindai truk.

Ada pula bangunan pemeriksaan keberangkatan, gudang sita, bangunan utilitas, gedung check point, dan monumen.

Kemudian fasilitas lain yang diberikan adalah jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas, dan pengembangan infrastruktur permukiman di kawasan perbatasan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X