Tol Trans Jawa Genjot Transaksi Citraland BSB City 200 Persen

Kompas.com - 17/02/2020, 19:00 WIB
Ciputra Group mencatat penjualan 200 persen untuk perumahan skala kota mandiri Citraland BSB City Semarang, Jawa Tengah. Ciputra GroupCiputra Group mencatat penjualan 200 persen untuk perumahan skala kota mandiri Citraland BSB City Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kota di Indonesia yang mengalami kemajuan pesat adalah Semarang.

Hal ini berdampak pada bisnis sektor properti yang menunjukkan pertumbuhan positif meski di daerah lain mengalami perlambatan.

Posisinya yang strategis, berada di tengah Pulau Jawa, menjadikan Semarang sebagai kota baru untuk industri, jasa, sekaligus kota pendidikan dengan kebutuhan tempat tinggal dan ruang usaha yang terus meningkat.

Ibu kota Jawa Tengah ini makin diincar investor ketika pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Surabaya telah tersambung.

Baca juga: Creative Hub, Penataan Lanjutan Kota Lama Semarang

Pertumbuhan ekonominya memperlihatkan tren positif. Tahun 2019 berada di kisaran 5,4 persen. Kondisi ini memberikan rasa percaya diri kepada investor untuk membelanjakan uangnya di sektor properti Semarang. 

Citraland BSB City Semarang termasuk salah satu produk yang mengalami penjualan positif sepanjang 2019, dan terus melahirkan klaster baru.

Direktur Ciputra Group Johan Giam mengatakan, saat produk sejenis di kawasan lain mengalami stagnasi, Citraland BSB City Semarang menunjukkan pergerakan transaksi positif.

"Tahun 2019 meningkat drastis ya. Tahun 2020 ini kami harapkan terus tumbuh sifgnifikan," kata Johan kepada Kompas.com, di Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta, Jumat (15/2/2020).

Bahkan, menurut Marketing Manager Citraland BSB City Ronny Hermawan, lonjakan transaksi penjualan mencapai 200 persen. Produk yang paling laku adalah segmen Rp 600 juta hingga Rp 2,3 miliar.

"Fakta ini menggambarkan tren daya beli masyarakat, khususnya segmen menengah atas, mengalami peningkatan. Tak hanya untuk hunian, juga komersial ruko," terang Ronny dalam keterangan kepada Kompas.com, Senin (17/2/2020).

Klaster baru yang diminati adalah The Ivy Park yang dikembangkan seluas 11 hektar dengan total hunian 289 unit dan 60 ruko. Saat ini sudah terserap 98 persen.

Ronny menambahkan, fenomena menarik terjadi pada transaksi ruko yang melonjak tajam ketimbang tahun 2018.

Hal ini karena perkembangan aktivitas bisnis, terutama kuliner seperti kafe, dan restoran demikian pesat.

"Banyak pembeli ruko BSB City adalah mereka yang kemudian membuka usaha kuliner,"imbuh Ronny.

Fenomena ini terus berlanjut pada tahun 2020. Awal tahun saja, permintaan ruko cukup tinggi, sehingga mendorong Ciputra Group merilis produk ruko dan hunian baru.

Selain The Ivy Park, mereka juga menawarkan Forest Hill dengan harga mulai dari Rp 600 jutaan, Victoria Valley mulai dari Rp 1,8 miliar, dan Serena Hill yang dibanderol Rp 900 jutaan.

Ciputra Group mengembangkan CitraLand BSB City sejak 2013 dengan total luas lahan 1.300 hektar.

Konsep yang diusung adalah kota mandiri yang mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, dan berbagai fasilitas kota.

Segmentasi terbagi atas pasar milenial sebagai first time home buyer, hingga menengah atas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X