Hati-hati Jual Beli Rumah, Mafia Bermodus Sertipikat Palsu Mengintai Anda

Kompas.com - 13/02/2020, 12:30 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil jadi pembicara di dalam Seminar Pendidikan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menegah Yayasan Pesantren Islam di Aula Buya Hamka Universitas Al Azhar, Jakarta, (08/01/2020). Dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil jadi pembicara di dalam Seminar Pendidikan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menegah Yayasan Pesantren Islam di Aula Buya Hamka Universitas Al Azhar, Jakarta, (08/01/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengungkap kasus sindikat mafia tanah dengan modus sertipikat palsu dan e-ktp ilegal.

Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Irjen Polisi Nana Sudjana mengungkapkan hal tersebut di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Menurut Nana, modus yang dilakukan tersangka adalah seolah-olah ingin membeli rumah kemudian sertipikat ditukar dengan sertipikat palsu dengan mengajak notaris fiktif.

Notaris fiktif ini kemudian membuat KTP, NPWP hingga nomor rekening aktif, bahkan sindikatnya juga ada yang ikut mengecek sertipikat ke kantor pertanahan dengan korban.

"Setelah itu, dengan alasan untuk foto kopi tersangka membawa sertipikat asli kemudian dikembalikan dengan sertipikat palsu yang telah disiapkan sebelumnya oleh tersangka kepada korbannya,” tutur Nana.

Setelah berhasil memiliki dokumen asli untuk jual beli rumah tersebut, salah satu tersangka membawa sertipikat asli ke rentenir, sehingga total kerugian dari akumulasi harga rumah dan uang yang didapat dari rentenir sebesar Rp 85 miliar.

“Karena tersangka terjerat pasal 263 KUHP, 264 KUHP dan Undang-undang Nomor 8 tahun 2010, maka diupayakan total kerugian tersebut akan diselamatkan dan bisa dikembalikan kepada korban,” tambah Kapolda Metro Jaya.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil menjelaskan untuk mengurangi kasus mafia tanah, sengketa dan konflik pertanahan, Kementerian ATR/BPN sudah dan akan terus selesaikan dengan cara sistematik.

“Semua tanah yang belum terdaftar maka kita daftarkan, kalau bisa keluar sertipikat maka kita sertipikatkan. Tanah yang belum jelas statusnya kita akan bereskan sehingga sengketa dan konflik pertanahan bisa kita kurangi,” ujar Sofyan.

Baca juga: Berantas Mafia Tanah, BPN Digitalisasi Dokumen Pertanahan

Dia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi jual-beli.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Berita
Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Berita
Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Perumahan
Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Hunian
7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

Perumahan
Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Hotel
Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Berita
Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Interior
Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Berita
Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Interior
TwoSpaces dan Pace Tawarkan Work from Close Home, Ruang Kerja Fleksibel

TwoSpaces dan Pace Tawarkan Work from Close Home, Ruang Kerja Fleksibel

Perkantoran
komentar di artikel lainnya
Close Ads X