4 Tahun Lagi, Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia Tembus Seluruhnya

Kompas.com - 10/02/2020, 20:26 WIB
Gambaran kondisi terkini pembangunan jalan darat Mensalong-Tou Lumbis. Jalan itu termasuk penghubung Kalimantan Utara (Kaltara) dengan perbatasan Sabah, Malaysia. Foto diambil Rabu (28/10/2015). Ridwan Aji Pitoko/Kompas.comGambaran kondisi terkini pembangunan jalan darat Mensalong-Tou Lumbis. Jalan itu termasuk penghubung Kalimantan Utara (Kaltara) dengan perbatasan Sabah, Malaysia. Foto diambil Rabu (28/10/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan jalan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara ( Kaltara) terus dipacu pengerjaannya sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mencoba lintasan Long Bawan-Long Midang pada Senin (16/12/2020).

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto menargetkan pembangunan infrastruktur konektivitas tersebut rampung seluruhnya dengan perkerasan pada 2024 mendatang.

"Pembangunan jalan perbatasan Kaltara masih terus berlangsung, dan dipercepat. Saat ini sisa pekerjaan tinggal 60 kilometer lagi dengan skema multiyears (tahun jamak)," kata Sugiyartanto kepada Kompas.com, Sabtu (8/2/2020).

Baca juga: Begini Progres Jalan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Dia menuturkan, meski ada program baru yakni pembangunan jembatan, namun aktivitas akses perbatasan tetap berjalan. 

Diharapkan, seluruh jalan perbatasan di Kaltara terbuka pada 2022, dengan sebagian besar dalam kondisi telah diperkeras.

Di antaranya jalan-jalan di ibu kota kecamatan atau akses menuju fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar.

"Jadi, pembangunan jalan rampung seluruhnya pada 2024 dengan kondisi perkerasan," imbuh Sugiyartanto.

Membangun jalan di Kaltara, menurut Sugiyartanto, tidak sepenuhnya berlangsung mulus. Hal ini karena alam Kalimantan sangat khas.

Cuaca, kondisi alam karena sebagian wilayah masih berupa hutan, dan sungai, menjadi tantangan tersendiri bagi Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) XII sebagai pelaksana pembangunan.

Kondisi ini mirip dengan alam Papua. Di Papua, BPJN XVIII juga tengah membangun Trans Papua segmen  Jayapura-Merauke. Tersisa 39 kilometer untuk ruas Oksibil-Towe Hitam.

"Meski banyak kendala, yang penting merambat kami kerjakan untuk mengejar percepatan," cetus Sugiyartanto.

Adapun total panjang jalan perbatasan di Kaltara mencapai 966,59 kilometer yang mencakup jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 kilometer dan akses perbatasan sepanjang 352,04 kilometer.

Dari total panjang tersebut, jalan yang sudah sudah terbuka 782,89 kilometer, belum terbuka 60 kilometer, dan relokasi 123,62 kilometer.

Dana konstruksi yang dialokasikan untuk tahun anggaran (TA) 2019 ini senilai Rp 773,2 miliar.

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X