Penulis
Gedung perkantorannya dijadwalkan beroperasi pada pertengahan tahun 2020. Menyusul kemudian pusat perbelanjaannya.
Direktur Eksekutif Hang Lung Properties Adriel Chan mengatakan, kemajuan konstuksi Heartland 66 akan tergantung pada "jumlah karyawan yang kembali bekerja" setelah Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 25 Januari.
Para pengamat properti mengatakan, Hang Lung Properties mungkin berada dalam risiko terbesar di antara para tuan tanah Hong Kong karena eksposurnya yang cukup besar terhadap sewa ritel China.
"Mereka mengantisipasi pembukaan mal baru di Wuhan pada pertengahan 2020," kata Analis Senior Real Estat Asia Bloomberg Intelligence Patrick Wong seraya menambahkan, omzet mal sewanya 41 persen lebih tinggi dibanding yang lain.
Patrick memprediksi pertumbuhan penjualan sewa pusat perbelanjaan di Wuhan, dan China, akan berjalan lebih lambat akibat wabah pneumonia yang semakin intensif.
"Beberapa tuan tanah Hong Kong dengan bisnis pusat perbelanjaan sewa bisa menderita karena harga sewa akan jatuh akibat wabah pneumonia di Wuhan," tambah Wong.
Kepala riset CGS-CIMB Securities Hong Kong dan China Edward Cheng juga berpandangan serupa. Menurutnya, pusat perbelanjaan di China akan terpengaruh, termasuk Shanghai dan Shenyang, jika orang lokal mengurangi belanja dan makan malam.
"Pengunjung mal di Hong Kong juga akan menurun drastis jika wabah pneumonia Wuhan semakin memburuk," kata Cheng.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.