Panggilan "Bodat" Itu Tak Akan Terdengar Lagi...

Kompas.com - 30/12/2019, 20:42 WIB
Moh Latip dalam pendakian terakhir ke Gunung Pangrango, 2019. DOK PRIBADI VIA FB/LATIEF MUHAMMADMoh Latip dalam pendakian terakhir ke Gunung Pangrango, 2019.

BODAT. Panggilan yang arti harfiahnya tak ada bagus-bagusnya itu justru merekatkan hati dan perkawanan banyak orang. Itu karena dia.

"Eh, Bodat, ngunyah mulu lo. Di kantor tuh kerja, otak lo dipake."

Itulah kalimat yang diucapkan oleh Latief kepada saya pada suatu siang, ketika dia tiba di kantor dan melihat saya sedang menikmati makan siang sembari membuka laptop dan membaca-baca artikel di meja kerja.

Bagi orang lain, mungkin kata-kata itu terdengar kasar, malah cenderung menghina. Bagaimana tidak?

Kata "bodat" berasal dari bahasa Batak, yang artinya monyet. Biasanya kata itu dipakai untuk mengumpat atau memaki orang lain yang dibenci.

Tetapi, tidak buat saya. Justru kata tersebut sering disebut karena kedekatan kami selama ini.

Ya, tanpa terasa, saya sudah mengenal Latief lebih dari 10 tahun, sejak kami sama-sama bekerja di Redaksi Kompas.com.

Setahu saya, nama lengkapnya Muhammad Latief. Saya sendiri memanggilnya Latip. Dan ternyata nama dia yang benar adalah Mohamad Latip.

Dia bercerita bahwa sebelumnya pernah menjadi jurnalis majalah Matra, media cetak Ibu Kota yang berisi artikel tentang gaya hidup metropolitan.

Setelah berkantor di Palmerah, Jakarta Pusat, dia ditugaskan ke sejumlah desk atau kanal, sebut saja Properti, Edukasi, dan Content Marketing. Bahkan, bisa dibilang kanal-kanal itu dipelopori oleh Latip karena kepiawaiannya.

Baca juga: Sosok Bang Latip: Mentor Menulis Perjalanan, Dunia Kerja, dan Urusan Hidup

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Naik 17 Januari 2021

Tarif Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Naik 17 Januari 2021

Berita
Intip, Strategi Adhi Commuter Properti Kejar Rp 1,3 Triliun di Tengah Pandemi

Intip, Strategi Adhi Commuter Properti Kejar Rp 1,3 Triliun di Tengah Pandemi

Berita
Sektor Properti Bangkit jika Pertumbuhan Ekonomi di Atas 4,8 Persen

Sektor Properti Bangkit jika Pertumbuhan Ekonomi di Atas 4,8 Persen

Berita
Terkendala Covid, Sertifikasi Tanah di Seluruh Indonesia Tak Penuhi Target

Terkendala Covid, Sertifikasi Tanah di Seluruh Indonesia Tak Penuhi Target

Berita
Tarif Tol JORR Naik hingga Rp 1.500, Minggu 17 Januari Resmi Berlaku

Tarif Tol JORR Naik hingga Rp 1.500, Minggu 17 Januari Resmi Berlaku

Berita
Ditjen Bina Marga Kirim Alat Berat, Buka Jalur Evakuasi Korban Gempa Majene

Ditjen Bina Marga Kirim Alat Berat, Buka Jalur Evakuasi Korban Gempa Majene

Berita
Tanggap Bencana Gempa Majene, Ditjen Cipta Karya Fasilitasi Air Bersih dan Toilet Umum

Tanggap Bencana Gempa Majene, Ditjen Cipta Karya Fasilitasi Air Bersih dan Toilet Umum

Berita
Tarif Baru Tol Cipularang dan Padaleunyi Berlaku 17 Januari, Ini Rinciannya

Tarif Baru Tol Cipularang dan Padaleunyi Berlaku 17 Januari, Ini Rinciannya

Berita
Siap-siap, Tarif Tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok Juga Naik

Siap-siap, Tarif Tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok Juga Naik

Berita
Jokowi Ungkap Alasan Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar Tahun 2021

Jokowi Ungkap Alasan Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar Tahun 2021

Berita
Menengok Rumah Ramah Lingkungan di Desa Terapung Amsterdam

Menengok Rumah Ramah Lingkungan di Desa Terapung Amsterdam

Arsitektur
Perkiraan Serapan Anggaran Kementerian PUPR Akhir Januari Rp 14,8 Triliun

Perkiraan Serapan Anggaran Kementerian PUPR Akhir Januari Rp 14,8 Triliun

Berita
Jumat Ini, 982 Paket Pekerjaan Infrastruktur Rp 12,5 Triliun Diteken

Jumat Ini, 982 Paket Pekerjaan Infrastruktur Rp 12,5 Triliun Diteken

Berita
[POPULER PROPERTI] Minggu 17 Januari, Tarif Integrasi Tol Japek dan Tol Layang Resmi Berlaku

[POPULER PROPERTI] Minggu 17 Januari, Tarif Integrasi Tol Japek dan Tol Layang Resmi Berlaku

Berita
Kantongi Rp 520 Miliar dalam 6 Bulan, Cipta Harmoni Rilis Klaster Kedua The Sanctuary Collection

Kantongi Rp 520 Miliar dalam 6 Bulan, Cipta Harmoni Rilis Klaster Kedua The Sanctuary Collection

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X