REI Kebingungan Kontrol Pengembang Berkedok Syariah

Kompas.com - 17/12/2019, 21:13 WIB
Kantor Pemasaran perumahan syariah fiktif yang berlokasi di Ruko Kebayoran Square Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, tak beroperasi. Sejak terlibat kasus penipuan dengan korban yang mencapai 3.860 orang dan total hampir Rp 40 miliar tersebut sudah tutup sejak bulan Juli 2019. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKantor Pemasaran perumahan syariah fiktif yang berlokasi di Ruko Kebayoran Square Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, tak beroperasi. Sejak terlibat kasus penipuan dengan korban yang mencapai 3.860 orang dan total hampir Rp 40 miliar tersebut sudah tutup sejak bulan Juli 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penipuan berkedok perumahan syariah kembali terjadi. Kali ini, penipuan tersebut dilakukan oleh PT Wepro Citra Sentosa.

Sebanyak empat orang teah dijadikan tersangka. Mereka adalah SW yang berperan sebagai direktur utama PT Wepro Citra Sentosa, dan CB yang bertindak sebagai karyawan pemasaran.

Lalu ada S dan MA yang berperan sebagai pemegang rekening yang menampung uang para korban.

PT Wepro Citra Sentosa menjanjikan perumahan akan dibangun di daerah Tangerang Selatan dan Banten.

Baca juga: Penipu 3.680 Korban Rumah Syariah Tak Terdaftar di Kementerian PUPR

Pengembangan permukiman itu rencananya rampung pada Desember 2018. Tetapi hingga saat ini, perumahan yang dijanjikan tak kunjung dibangun.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Totok Lusida menilai pengembang perumahan syariah selama ini belum menerapkan kontrol ketat kepada calon konsumen.

"Karena belum ada yang kontrol soal reward and punishment-nya," Totok kepada Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

Padahal menurutnya, kedua hal tersebut harus ada dalam menjalankan hubungan bisnis.

Ketika ditanya bagaimana peran REI jika ada kasus penipuan pengembang perumahan syariah,  dia menjawab asosiasi hanya bisa mengontrol pengembang yang terdaftar menjadi anggota.

"Sekarang kalau melakukan transaksi secara syariah dan misalnya belum anggota REI juga, kan bingung," ucap dia.

Ilustrasi rumahKementerian PUPR Ilustrasi rumah
Menurutnya, selama ini belum ada satu pun pengembang syariah yang bergabung menjadi anggota REI. Meski begitu, ada beberapa developer perumahan syariah yang pernah mencoba mendaftar menjadi anggota asosiasi yang ia pimpin.

"Di daerah pernah, dan kami sepakat menolak karena kami belum tahu (aturan) konkritnya, karena tidak ada reward and punishment," ujar Totok.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X