Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Insinyur Indonesia Dihukum Penjara Nyaris 2 Tahun Terkait Robohnya "Viaduct" di Singapura

Kompas.com, 3 Desember 2019, 13:21 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Insinyur sipil Indonesia, Robert Arianto Tjandra dijatuhi hukuman penjara atas kelalaiannya dalam mendesain viaduct di Singapura yang mengakibatkan jatuhnya korban.

Struktur jembatan yang menghubungkan Tampines Expressway ke Pan-Island Expressway dan Upper Changi Road tersebut runtuh pada 14 Juli 2017 dini hari.

Hal ini mengakibatkan 11 orang pekerja jatuh dari atas ketinggian 9 meter. Atas kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka-luka.

Menurut laman Temasek Review News, Robert merupakan orang yang disewa oleh konsultan Singapura, CPG, untuk merancang desain viaduct.

Pria berusia 45 tahun ini juga merupakan orang yang menyiapkan pekerjaan untuk proyek ini. Selain itu, dia juga bertanggung jawab mengawasi jalannya konstruksi.

Namun di tengah jalan, ia menemukan adanya kesalahan dalam desain corbel serta struktur pendukung viaduct yang berfungsi mendistibusikan muatan kendaraan.

Robert juga menemukan adanya retakan struktural pada crosshead dan pier.

Dia menyadari adanya kesalahan perhitungan khususnya saat tahap desain. Akibatnya, banyak corbel yang dibangun tidak sesuai dalam mendukung beban yang harus ditanggung.

Kesalahan desain itu ia temukan dua minggu sebelum peristiwa fatal tersebut terjadi.

Channel News Asia melaporkan, Robert memang tidak melaporkan cacat desain dan retakan yang terjadi selama proses konstruksi viaduct.

Ia dihukum kurungan penjara selama 86 minggu atau 1 tahun 9 minggu, dan denda sebesar 10.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 103,39 juta pada Senin (2/12/2019), setelah mengaku bersalah atas tiga tuduhan.

Pertama, melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain di tempat kerja.

Kemudian gagal mengambil langkah dan melakukan uji tuntas guna memastikan pekerjaan bangunan selaras dengan peraturan, dan mengesahkan pekerjaan bangunan yang harus dilakukan tanpa persetujuan.

Selain itu, dia dituduh lalai dan tidak melaporkan adanya cacat dalam pekerjaanya. 

Tetapi, alih-alih menandai temuan dan melaporkannya, Robert berusaha menyembunyikan kesalahan desainnya dari Otoritas Bangunan dan Konstruksi dengan menambahkan tulangan pada corbel tanpa persetujuan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau