Mengenal Istilah "Central Business District"

Kompas.com - 09/11/2019, 09:00 WIB
Central Business District (CBD) ShutterstockCentral Business District (CBD)

KOMPAS.com -  Central Business District ( CBD) atau disebut juga sebagai kawasan bisnis terpadu, diperuntukkan sebagai pusat bisnis, niaga, komersial, dan rekreasi di kota besar.

Disebut sebagai nadi perekonomian sebuah kota atau bahkan negara tempatnya bernaung, CBD juga menjadi ikon dari dari kota di mana ia berada.

Salah satu contohnya adalah Sudirman Central Business District (SCBD) di Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan, adalah area prestisius yang mencakup perkantoran premium, pusat perbelanjaan mewah, dan beberapa hotel berbintang.

Meskipun tampak mewah, glamor, dan prestisius, kehadiran CBD lebih dari sekadar ikon kota. CBD punya beberapa karakteristik dan fungsi yang sebenarnya bisa dimanfatkan oleh warga kota.

1. Terpusat untuk Kemudahan Akses

Salah satu alasan dibangunnya sebuah CBD adalah untuk memusatkan semua kegiatan bisnis, ekonomi, dan rekreasi dalam satu kawasan yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

Dengan akses yang didukung oleh layanan transportasi umum terpadu dari dan menuju CBD, masyarakat bisa dengan mudah menjangkau kawasan CBD.

Pemusatan kegiatan-kegiatan yang memutar roda perekonomian ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan. Ini karena masyarakat yang bekerja dan berekreasi terpusat dalam satu area.

Terpusatnya kegiatan ini bisa memecah kemacetan, walaupun seringkali harapan ini tidak dapat terealisasi akibat faktor penataan kota.

2. Terbagi Dua Bagian Utama

Secara konsep, CBD terbagi dalam dua bagian utama. Bagian pertama dalah inti atau disebut juga Retail Business District (RBD).

Dalam area ini diisi oleh bangunan-bangunan yang menjadi penyangga utama CBD seperti pusat perbelanjaan, supermarket, department store, perkantoran, hotel, multifunction hall, dan bangunan-bangunan lain yang menjadi tempat bisnis, transaksi keuangan, dan konsumsi.

Sementara itu, area yang kedua adalah Wholesale Business District (WBD) yang diisi bangunan-bangunan yang mendukung pergerakan ekonomi dan aktivitas dari RBD.

WBD meliputi pasar, gudang, atau gedung penyimpanan dari produk-produk yang dijual di RBD.

3. Ikon Sebuah Kota atau Negara

CBD biasanya diisi oleh gedung-gedung pencakar langit atau bangunan-bangunan bersejarah dari sebuah kota atau negara.

Nilai sejarah dan sentimental dari bangunan-bangunan ini dan segala isinya pada umumnya menjadikan CBD menjadi ikon dari sebuah kota atau negara.

Contohnya adalah kawasan Westminster, London, Inggris, yang diisi bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur vintage.

Kemudian Central London yang menjadi pusat bisnis dengan gedung pencakar langitnya.

4. Ramah Pejalan Kaki

Salah satu karakteristik yang paling menonjol dari CBD adalah kerapian penataan kawasan yang dilakukan oleh pengembangnya.

Dengan ketersediaan akses transportasi umum yang memadai dan banyak pilihan, didukung oleh trotoar yang lebar dan dalam kondisi prima, CBD merupakan tempat yang nyaman untuk berjalan kaki.

Karakteristik-karakteristik di atas adalah aspek-aspek atau kondisi yang bisa ditemukan di berbagai CBD di kota-kota besar dan negara lain.

Walaupun begitu, satu CBD dengan lainnya punya karakteristik berbeda. Bagaimana dengan CBD di tempat tinggal Anda?



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X