Tahun Depan, SMI Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Infrastruktur 20 Persen

Kompas.com - 11/10/2019, 10:13 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika. meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 KM dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika. meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 KM dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) optimistis, perseroan dapat tetap berkinerja positif pada tahun 2020.

Hal itu menyusul rencana pemerintah yang akan menggenjot pembangunan infrastruktur.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad memperkirakan, pertumbuhan pembiayaan dan investasi perseroan akan tetap menyentuh angka ganda.

"RKAP sedang tahap finalisasi sebelum ada persetujuan pemegang saham, sehingga saya tidak akan disclosed dulu. Tapi sekitar 15-20 persen," kata Edwin di sela-sela diskusi dengan awak media di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Satu Dekade, SMI Danai Rp 1.151,8 Triliun Proyek Infrastruktur

Hingga kuartal ketiga 2019, SMI telah menyalurkan pembiayaan dan investasi sebesar Rp 50,5 triliun.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan yang disalurkan untuk proyek-proyek komersial yang masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Proyek Prioritas Nasional dan Proyek Strategis Nasional (PSN) mencapai Rp 45,9 triliun.

Sedangkan, Rp 4,6 triliun sisanya disalurkan kepada 11 pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan proyek infrastruktur skala kota seperti jalan, pasar, rumah sakit umum daerah, penerangan hingga telekomunikasi.

Baca juga: Hingga September 2019, Pembiayaan SMI Tumbuh 38,45 Persen

Edwin menambahkan, SMI tak ingin mematok pertumbuhan pembiayaan terlalu ambisius, untuk menjaga stabilitas ekonomi.

"BUMN Kemenkeu itu dituntut untuk bisa counter cyclical. Jadi, pada saat ekonomi lesu, kita harus bisa menjadi instrumen untuk mengembalikan kepercayaan, karena itu kita harus tetap hati-hati," pungkas Edwin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X