BTN Talangi Rp 2 Triliun Tambahan FLPP Tahun 2019

Kompas.com - 04/10/2019, 17:30 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljonomengaku mengungkapkan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyetujui dana talangan sebesar Rp 2 triliun.

Dana ini digunakan untuk menambah anggaran rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) pada 2019.

Persetujuan BTN didapat setelah pertemuan dengan sejumlah asosiasi perumahan, dan kementerian atau lembaga terkait.

"Menalangi dulu, nanti akan dibayar pada 2020. Sehingga enggak perlu ke DPR, enggak perlu APBN-P, dan BTN sanggup," kata Basuki di kantornya, Jumat (4/10/2019). 

Baca juga: Alokasi Subsidi FLPP Kian Menipis

Rencana penambahan ini, sebut Basuki telah disetujui Kementerian Keuangan. Bahkan, ia mengklaim, Menkeu Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan menjadi payung hukumnya. 

"Menteri Keuangan sudah kirim ke Presiden, sudah ke Setneg. Mudah-mudahan sudah turun," imbuh Basuki.

Adapun besaran tambahan anggaran yang sanggup ditalangi BTN sebesar Rp 2 triliun. Dana sebanyak ini digunakan untuk membiayai 20.000 hingga 30.000 unit rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: 2020, Kuota KPR FLPP Naik Jadi 110 Ribu Unit

Basuki menambahkan, perbankan yang berniat menyalurkan dana FLPP dapat berkoordinasi dengan BTN. 

"Nanti pembayarannya ada cost of money-nya ya, itu urusannya BTN dengan (Kementerian) Keuangan," tuntas Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X