RUU SDA Diundangkan, Negara Kuasai Sumber Daya Air

Kompas.com - 17/09/2019, 21:01 WIB
Petugas PDAM tirta Benteng, Kota Tangerang, beripaya membersihkan filter untuk mengatasi air yang keluhkan warga bercacing KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPetugas PDAM tirta Benteng, Kota Tangerang, beripaya membersihkan filter untuk mengatasi air yang keluhkan warga bercacing

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Selasa (17/9/2019) mengesahkan Rancangan Undang-Undang ( RUU) Sumber Daya Air (SDA) menjadi Undang-Undang (UU).

Pengesahan ini sekaligus menjadikan UU baru tersebut sebagai UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang SDA yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 2015 lalu.

Sidang Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Dalam penyampaian pendapat akhir, Yasonna menyatakan bahwa RUU ini merupakan manifestasi dari semangat, cita-cita, serta komitmen pemerintah dan DPR RI dalam menegaskan pemaknaan penguasaan negara terhadap air.

Baca juga: Pekan Depan RUU SDA Disahkan

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013 tentang Pembatasan Pengelolaan Sumber Daya Air.

UU inisiasi DPR ini diperlukan, karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup di dunia ini.

Ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, mewajibkan pengelolaan sumber daya air memperhatikan keselarasan fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi secara selaras.

Selain itu dilakukan dengan sinergitas dan keterpaduan antar wilayah, antar sektor, dan antar generasi guna memenuhi kebutuhan rakyat atas air.

“RUU tentang Sumber Daya Air ini mengatur tentang pengelolaan sumber daya air di Indonesia secara utuh,” kata Yasonna dalam keterangan tertulis.

Hal-hal yang diatur meliputi penguasaan negara dan hak rakyat atas air, tugas dan wewenang dalam pengelolaan sumber daya air, perizinan, sistem informasi, pemberdayaan dan pengawasan, pendanaan, hak dan kewajiban, partisipasi masyarakat, koordinasi, penyidikan dan ketentuan pidana.

UU Sumber Daya Air ini juga telah mengakomodasi kebutuhan dan dinamika yang terjadi saat ini, yakni jaminan kebutuhan pokok minimal sehari-hari sebesar 60 liter per orang per hari, pengelolaan sistem irigasi sebagai satu kesatuan sistem (single management), serta perkuatan pengawasan dalam pengelolaan sumber daya air.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X