Waspada, Erupsi Gunung Merapi Ancam Tol Solo-Yogyakarta

Kompas.com - 17/09/2019, 15:10 WIB
Warga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai, proyek Tol Solo-Yogyakarta yang segera dieksekusi pemerintah dalam waktu dekat rentan bencana.

Hal ini karena trase yang telah disepakati antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berdekatan dengan lokasi Gunung Merapi

"Informasi terakhir tol yang akan dibangun itu mendekati Gunung Merapi. Padahal kita tahu Merapi itu gunung api aktif," kata Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta Halik Sandera menjawab Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur di Pulau Jawa Tingkatkan Risiko Bencana

Menurut dia, ancaman erupsi Gunung Merapi akan selalu menghantui saat proses pembangunan dan ketika kelak jalan berbayar itu beroperasi. 

"Artinya kemudian ini memberikan beban di sekitar Merapi. Kerentanan masyarakat yang ke depan akan menggunakan jalan tol tersebut karena ada ancaman erupsi Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta," ucap Walhi.

Tol Solo-Yogyakarta akan terbentang sepanjang 91,93 kilometer hingga Bandara Internasional New Yogyakarta (NYIA) di Kulonprogo.

Baca juga: Kata Walhi, Setiap Daerah Tak Perlu Egois Punya Bandara Sendiri

Jalan tol yang pembangunannya diinisiasi konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Gama Group dan PT Daya Mulia Turangga ini, diperkirakan menelan investasi Rp 22,54 triliun. 

Rencana lelang jalan tol ini dilaksanakan dalam waktu dekat, setelah Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui trase yang diajukan pemerintah pusat.

Adapun trase yang direncanakan melewati Solo-Prambanan. Kemudian menuju Selokan Mataram ke arah barat hingga NYIA.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X