Kata Walhi, Setiap Daerah Tak Perlu Egois Punya Bandara Sendiri

Kompas.com - 17/09/2019, 14:14 WIB
Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun. Dok. Humas Angkasa Pura IIBandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) mengkritisi rencana pembangunan infrastruktur di kawasan selatan Pulau Jawa.

Menurut mereka, wilayah ini terbilang rawan bencana alam dan berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerugian besar.

Salah satu proyek infrastruktur yang dikritik adalah rencana pembangunan bandara. Peraturan Presiden (PP) Nomor 56/2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional menyebutkan sejumlah proyek yang akan dibangun seperti Bandara Kediri, New Yogyakarta International Airport (NYIA), Bandara Sukabumi hingga Pangandaran. 

Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta Halik Sandera menilai, perlu adanya perubahan kebijakan, dalam hal konteks tata ruang maupun kebijakan strategis pembangunan secara nasional. 

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur di Pulau Jawa Tingkatkan Risiko Bencana

"Misalnya bandara. Kenapa kami selalu menolak, misalnya Kulon Progo, karena Jogja punya Adi Sucipto," kata Halik di Kantor Walhi Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Menurut dia, kalau pun Bandara Adi Sucipto penuh, maka penerbangan dapat dialihkan ke Bandara Adi Sumarmo di Solo, yang jaraknya cukup dekat ke pusat kota Yogyakarta.

Bahkan, jarak antara NYIA dan Bandara Adi Sumarmo ke pusat kota Yogyakarta relatif sama bila ditempuh dengan perjalanan darat. 

"Jadi sebenarnya tidak perlu ada ego kedaerahan," cetus Halik.

Hal yang sama, juga berlaku untuk rencana pembangunan Bandara di Pangandaran dan Sukabumi.

Menurut Halik, pemerintah cukup melakukan optimalisasi keberadaan Bandara Kertajati yang hingga kini masih kosong, dibandingkan membangun bandara baru. 

Halik mengingatkan, wilayah selatan Pulau Jawa rentan dengan bencana. Ancaman gempa megathrust seperti kerap disampaikan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga perlu dipertimbangkan sebelum membangun infrastruktur di sepanjang kawasan ini. 

"Untuk apa infrastruktur yang ada di selatan ini dibangun, sedangkan ancaman kerentanannya tinggi. Ini kalau terjadi megathrust akan membuat kerugian negara dan masyarakat," punkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X