Cegah Berulangnya Kecelakaan Tol Purbaleunyi, Jasa Marga Terapkan 3 Langkah Stategis

Kompas.com - 12/09/2019, 14:20 WIB
GM PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa dan Kanit I PJR Polda Jawa Barat Iptu Otong Rustandi tengah menempelkan stiker over dimension over load (ODOL) pada kendaraan logistik, Kamis (12/9/2019). Dokumentasi Jasa MargaGM PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa dan Kanit I PJR Polda Jawa Barat Iptu Otong Rustandi tengah menempelkan stiker over dimension over load (ODOL) pada kendaraan logistik, Kamis (12/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi menerapkan tiga langkah strategis guna mencegah berulangnya kecelakaan di Jalan Tol Purbaleunyi, Jawa Barat.

General Manager Jasamarga Cabang Purbaleunyi AJ Dwi Winarsa mengungkapkan, sejak Januari hingga Kamis (12/9/2019) ini telah terjadi empat kecelakaan.

Dua di antaranya merupakan tabrakan beruntun pada Senin (2/9/2019) yang melibatkan 20 kendaraan, dan disusul tabrakan beruntun lima kendaraan pada Selasa (10/9/2019).

Tiga langkah strategis ini, menurut Dwi, sebagai upaya untuk mengantisipasi berulangnya kecelakaan di jalan tol dengan total panjang 122,9 kilometer tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Kembali Terjadi di Tol Purbaleunyi, Tak Ada Korban Jiwa

Langkah pertama adalah pemasangan 8 rambu lalu lintas tambahan, kedua operasi kendaraan dengan beban dan ukuran berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL), dan ketiga membangun emergency escape lane.

"Untuk penambahan 8 rambu lalu lintas sudah dilakukan sejak Senin (9/9/2019) dan kami targetkan rampung akhir September 2019," kata Dwi menjawab Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Dwi menuturkan, pemasangan rambu tambahan dilakukan mulai KM 100 hingga KM 80 dengan kuantitas paling banyak di titik-titik rawan kecelakaan yakni di KM 91 hingga KM 93.

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).
Kedelapan rambu tambahan tersebut masing-masing peringatan elevasi jalan atau turunan tajam, batas kecepatan maksimal, penggunaan gigi rendah, pengecekan rem, dan persneling dalam kondisi nol (0).

Kemudian pengecetan ulang  median concrete barrier (MCB) di setiap tikungan, pemasangan rumbler street, peningkatan spesifikasi teknis guard rail dengan ketinggian 2,1 meter dan lebar 30 sentimeter khusus di KM 91 dan KM 92.

"Dan selanjutnya penambahan penerangan jalan umum (PJU) di 40 titik serta lampu strobo untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi," sebut Dwi. 

Baca juga: Fakta Jalan Tol Purbaleunyi, Lokasi Tabrakan Beruntun Hari Ini

Langkah kedua adalah operasi ODOL, yang sejatinya sudah dilakukan secara berkala, bahkan jauh sebelum terjadinya kecelakaan.

Dengan dua kejadian tabrakan beruntun pada pekan pertama dan kedua September ini, membuat Jasamarga Cabang Purbaleunyi memperbanyak frekuensi operasi ODOL menjadi setiap hari kerja, yang dimulai sejak Senin (9/9/2019) hingga satu bulan ke depan.

Dwi tak menampik, bahwa penyebab kecelakaan dipicu oleh kendaraan dengan muatan dan dimensi yang melebihi kapasitas, yang disertai kesalahan pengemudi.

Sementara, jalan tol dengan kondisi konstruksi dan geometrik berkontur serta berkelok seperti Tol Purbaleunyi, relatif tidak memberikan kontribusi yang dapat berpotensi memicu kecelakaan.

Lagipula, imbuh Dwi, sebelum Tol Purbaleunyi dioperasikan, telah melalui proses panjang uji laik fungsi, dan uji laik operasi yang dilakukan bersama oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia. 

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).
Jika gagal memenuhi kedua uji tersebut, maka tidak akan diterbitkan sertifikat laik operasi (SLO).

Setelah beroperasi pun, Tol Purbaleunyi harus diaudit lagi menyangkut pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) setiap semester atau enam bulan sekali dalam setahun.

"Jadi, berdasarkan data geometrik, clear, tidak ada yang salah. Kelengkapan rambu, marka, dan fasilitas lainnya kan sudah diaudit secara berkala. Tidak ada masalah," tegas Dwi.

Menyusul hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta, penyebab insiden kecelakaan Senin (2/9/2019) adalah karena ODOL.

"Operasi ODOL ini dibarengi dengan aktivitas speed gun di titik-titik rawan kecelakaan guna memonitor kecepatan kendaraan yang melintas. Jika melebihi atau kurang dari kecepatan yang dipersyaratkan, maka akan dilakukan penindakan," terang Dwi.

Karena sifatnya sistematis, operasi ODOL akan disertai pemasangan 120 alat pendeteksi beban atau weight in motion (WIM) yang terkoneksi dengan control room di Gerbang Tol Padalarang Barat.

Setiap kendaraan yang telah melalui WIM dan terdeteksi melanggar ketentuan, akan langsung dikeluarkan dari jalan tol melalui exit Cikamuning.

Langkah terakhir adalah membangun emergency escape lane di dua titik, yakni KM 91 dan KM 92. Karena sifatnya konstruksi fisik dan akan dibuat secara permanen, target penyelesaiannya dipatok akhir Oktober 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X