4 Tahun Lagi, Perkantoran di CBD Jakarta Tembus 770 Hektar

Kompas.com - 07/09/2019, 07:00 WIB
Suasana kerja di co-working space. angelrealestate.co.thSuasana kerja di co-working space.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ruang perkantoran di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta diprediksi akan tumbuh hingga 1,1 juta meter persegi pada 2023.

Dengan pasokan sekarang yang mencapai 6,6 juta meter persegi, maka empat tahun lagi perkantoran di kawasan ini dapat mencapai 7,7 juta meter persegi. 

"Hampir 40 persen dari tambahan pasokan masa depan berada di daerah Kuningan. Sedangkan Sudirman, Thamrin dan Gatot Subroto masing-masing mengalami pertumbuhan 35 persen, 15 persen dan 10 persen," terang Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus dalam laporan tertulis seperti dikutip Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Dari sisi kualitas, gedung perkantoran kelas A masih tetap mendominasi pasokan yang akan datang yakni sekitar 56 persen.

Sedangkan perkantoran kelas premium dan kelas B masing-masing menyumbang 31 persen dan 12 persen dari pipe line yang ada. 

Baca juga: Pascapemilu, Serapan Perkantoran di CBD Jakarta Mulai Tumbuh

"Selera penyewa perkantoran premium dan grade A akan terus tumbuh pada masa yang akan datang, akibat persaingan harga sewa yang lebih kompetitif pilihan ruang perkantoran yang lebih banyak," terang Anton.

Komitmen sewa untuk ruang perkantoran baru dalam jangka pendek diprediksi masih berasal dari perusahaan fintech, seperti e-wallet dan e-commerce yang diperkirakan masih akan terus berkembang. Meski demikian, dari sisi preferensi pemilihan lokasi berbeda-beda. 

Selain itu, perusahaan start-up unicorn dan operator ruang kerja bersama (co-working space) diperkirakan juga akan cukup ekspansif mencari ruang perkantoran baru di kawasan ini. 

Beberapa pihak telah menunjukkan minat mereka untuk memperluas bisnis setelah mengetahui Presiden Jokowi kembali memimpin.

"Misalnya, Tesla Inc., Volkswagen AG dan LG Chem Ltd yang berencana membangun pabrik baterai bagi kendaraan listrik yang kini tengah berkembang," kata Anton. 

Selain itu, ada pula BYD Co dan Anhui Jianghuai Automobile Group Corp (JAC Motors) yang berencana membangun pabrik mobil listrik di sini.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X