Pascapemilu, Serapan Perkantoran di CBD Jakarta Mulai Tumbuh

Kompas.com - 06/09/2019, 17:15 WIB
Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah. KOMPAS.com/RAMSejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerapan perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta kembali mengalami peningkatan pada paruh pertama tahun ini, pascaberakhirnya kontestasi Pilpres 2019 yang berjalan cukup kondusif. 

Berdasarkan laporan Savills Indonesia, meski permintaan ruang perkantoran sempat melambat pada awal kuartal pertama, namun pergerakan signifikan terlihat pada kuartal kedua.

"Serapan perkantoran grade premium Semester I-2019 mencapai 29 persen atau tumbuh bila dibandingkan akhir 2018 sebesar 22,5 persen. Di lain pihak, serapan Grade A tumbuh tipis dari 32,5 persen pada akhir tahun lalu menjadi sekitar 33 persen pada semester pertama ini," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus dalam laporan tertulis seperti dikutip Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Saat ini pasokan perkantoran di Jakarta mencapai 6,6 juta meter persegi, seiring rampungnya tiga gedung perkantoran baru yang menyumbang tambahan sekitar 230.000 meter persegi.

Ketiganya yaitu Sequis Tower, The Millennium Centennial, dan Sudirman 7.8 di kawasan Sudirman. Dua gedung perkantoran pertama merupakan bangunan kelas premium, sedangkan yang terakhir merupakan grade A. 

Baca juga: Calon Penyewa Perkantoran Mulai Cerewet Tanyakan Akses MRT

Dilihat dari jumlah pasokan, kontribusi terbesar berasal dari perkantoran grade A yakni sekitar 2,54 juta meter persegi (39 persen) dan grade premium sekitar 1,53 juta meter persegi (23 persen).

Sementara perkantoran grade B sebanyak 1,8 juta meter persegi (28 persen) dan grade C 640 ribu meter persegi (10 persen).

"Namun, dengan jumlah pasokan baru masih melebihi permintaan, tingkat kekosongan meningkat menjadi 25,5 persen pada semester pertama 2019 dari 24 persen pada akhir 2018," kata Anton.

Co-working space

Tingginya kekosongan ini juga berdampak pada harga sewa penawaran yang diberikan kepada konsumen yang relatif mengalami kenaikan tipis. Bahkan, untuk perkantoran premium, harga sewa yang ditawarkan cenderung turun.

Bila pada akhir 2018 harga sewa rata-rata per meter persegi mencapai Rp 340.317 per bulan, untuk semester pertama tahun ini turun 1,9 persen menjadi Rp 333.797 per meter persegi per bulan.

Anton menambahkan, salah satu penyewa ruang perkantoran yang cukup agresif adalah operator ruang kerja bersama atau co-working space.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X