Konglomerat Dubai Resmikan Galeri Penjualan Apartemen di Alam Sutera

Kompas.com - 03/09/2019, 14:28 WIB
Artist impression The Burj Alam Sutera yang dikembangkan Arkco Land Development Dokumentasi Arkco Land DevelopmentArtist impression The Burj Alam Sutera yang dikembangkan Arkco Land Development

JAKARTA, KOMPAS.com -- Konglomerat yang berbasis di Dubai, Elegant Group, melalui tentakel bisnis propertinya di Indonesia, Arkco Land Development akan membuka galeri penjualan apartemen The Burj di Alam Sutera, Tangerang, pada Sabtu (7/9/2019) mendatang.

Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk meyakinkan pasar properti Indonesia yang belum familiar dengan Arkco Land Development.

Sales and Marketing Director Arkco Land Development R Edwin Sulanto mengakui, perusahaan belum memiliki rekam jejak atau satu pun portofolio properti di Indonesia.

"Karena itu, kami berkomitmen dengan timeline yang kami rencanakan. Tahap awal adalah membangun galeri penjualan dan show unit. Konsumen sekarang sudah cerdas. Mereka butuh pembuktian, bukan sekadar jual gambar, atau gembar gembor di awal tapi malah mangkrak kemudian," tutur Edwin menjawab Kompas.com, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: The Lana, Pertaruhan Brewin Mesa di Alam Sutera

The Burj Alam Sutera dikembangkan di lahan seluas 7.620 meter persegi. Mencakup dua menara, apartemen ini ditawarkan dengan tipe bervariasi mulai dari studio ukuran 21,5 meter persegi hingga Penthouse atau griya tawang yang berdimensi 98 meter persegi.

Artist impression The Burj Alam Sutera yang dikembangkan Arkco Land DevelopmentDokumentasi Arkco Land Development Artist impression The Burj Alam Sutera yang dikembangkan Arkco Land Development
Tipe griya tawang ini dibangun sebanyak 16 unit dengan harga termurah mulai dari Rp 2,3 miliar.

Menurut Edwin, sejak diperkenalkan secara terbatas pada Desember 2018, The Burj telah terjual 10 persen dari total 570 unit tahap pertama menara The Burj Millenial.

Para konsumen yang sebagian besar merupakan end user dengan profil keluarga dan eksekutif muda tersebut meminati tipe studio yang dipatok seharga Rp 18,6 juta per meter persegi atau sekitar Rp 400 juta.

"Komposisinya sekitar 40 persen. Sisanya adalah investor dan orang tua yang membeli untuk anak-anak mereka yang kuliah di sekitar Alam Sutera," ungkap Edwin.

Eksekutif dan keluarga muda yang masuk dalam rentang usia milenial produktif, memang menjadi pasar incaran Arkco Land Development.

Hal ini karena kebutuhan hunian untuk pasar mereka demikian tinggi, terutama di kawasan Alam Sutera yang telah berdiri kampus-kampus ternama dengan jumlah ribuan mahasiswa.

"Kami menangkap peluang itu. Tak sekadar membangun apartemen, melainkan juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan kelas pasar ini seperti perpustakaan, Sky lounge, dan smart living system," imbuh Edwin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X