Miris, Pemerintah Tak Anggap Perencana Lokal

Kompas.com - 23/08/2019, 11:00 WIB
Ilustrasi arsitek yang bekerja. ShutterstockIlustrasi arsitek yang bekerja.

Selain itu, pekerjaan perencanaan Kota selalu berkaitan dengan undang undang lain yang berkaitan seperti Kelihatan, Lingkungan Hidup, Otonomi Daerah, Kelautan dan Pulau Pesisir maupun aturan pelaksana lainn nya dilapangan.

Selama ini, pemerintah baik kementerian maupun pemerintah daerah, secara rigid menerapkan UU Nomor 2 tahun 2007 tentang Jasa Konstruksi dalam setiap pekerjaan konsultan.

Praktiknya, tiap tenaga ahli yang dipekerjakan dalam pekerjaan pemerintah harus memiliki Sertifikat Kompetensi Ahli (SKA). Yang paling menyeramkan dalam hal ini adalah, panitia lelang selalu mensyaratkan SKA dan ketidakadaan SKA sifatnya menggugurkan tender.

Hal ini pun sejalan dengan pengaturan kompetensi keahlian dalam seperti termaktub dalam penjelasan ps 68 UU Jakon tentang spesifikasi keahlian yang wajib ber-SKA.

Maka saya tak heran, jika ada kesan ini kejadian ini mungkin adalah titik kulminasi ketidak percayaan dirinya para ponggawa di pihak pemerintahan. Bahkan arahan Presiden pun untuk mengembangkan sumberdaya manusia Indonesia sampai dianulir di level prokurmen kegiatan.

Rekan akademisi pun tak kalah keras tawa memelasnya. Bagaimana tidak, padahal di Indonesia saat ini pendidikan Perencanaan Wilayah dan Kota ada 66 prodi di 48 universitas, tersebar dari Aceh sampai Papua.

Bahkan ada 22 universitas asli Indonesia yang memiliki program S2.

Lengkap sudah ketidak percayaan diri kita.

Keberpihakan pemerintah pada lulusan terbaik dalam negeri begitu minim. Pemerintah nampaknya akan harus bekerja keras untuk mewujudkan program 5 tahun kedepan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif.

Kita harusnya bisa mulai dari rencana Ibukota negara baru ke Kalimantan. Di Kalimantan bukan hanya ada pohon, tapi ada juga universitas dengan prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, ada mahasiswanya dan ada profesionalnya.

Tersenyum saya trenyuh.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X