Viral Desain Rumah Minimalis, Arsitek Ini Ungkap Gagasannya

Kompas.com - 15/08/2019, 06:19 WIB
EN House karya Mande Austriono Kanigoro. Twitter: Mande AustrionoEN House karya Mande Austriono Kanigoro.

KOMPAS.com - Arsitek lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Mande Austriono Kanigoro membagikan kisahnya dalam mengerjakan proyek desain rumah, EN House melalui akun Twitter @mondododo, Jumat (9/8/2019).

Mande mengaku senang mengerjakan proyek tersebut lantaran kliennya berpikiran terbuka terhadap  berbagai macam konsep yang diajukan.

Dia dapat menggarap proyeknya dengan leluasa, tanpa mengabaikan profesionalitas.

Baca juga: Yori Antar, Arsitek di Balik Wajah Baru Danau Toba

"Pada dasarnya, saya mencoba untuk membuat tiga massa bangunan yang terdiri dari ruang penerima (teras ruang tamu), ruang inti rumah (ruang keluarga, dapur, kamar tidur, dan lainnya), dan ruang antara (tangga ruang baca, dan lainnya) yang saling berhubungan antara satu sama lain," jelas Mande.

Saat proses perencanaan ruang inti rumah berjalan, ia mendapat ide untuk membangun garasi mobil yang bisa tembus ke belakang rumah.

Mande menyesuaikan peletakan ruang penerima yang semula berada di lantai dasar ke lantai mezanine dengan mempergunakan dinding pagar sebagai struktur utama untuk menopang lantai tersebut.

Untuk kamar anak, letaknya di lantai 2. Sementara kamar utama dibuat dua level ketinggian, sebab berada di irisan antara ruang inti dengan ruang antara.

Mande juga mengakomodasi keinginan klien untuk membuat rooftop sekaligus studio kerja dengan cara menggunakan sebagian area atas ruang antara.

Bentuk bangunan EN House pada dasarnya mudah disesuaikan. Hal ini memungkinkan jendela dan beberapa bukaan lainnya, dirancang dengan bentuk persegi.

"Frame jendela juga sengaja dipilih berwarna hitam supaya kontrasnya dapat terlihat dari jauh. Dan saya sengaja menggunakan warna putih untuk keseluruhan dinding dengan maksud menetralisir kerasnya sudut-sudut antar massa bangunan," ungkap Mande.

Selain itu, Mande mengaku ada perubahan pada taman. Sedianya, taman berwujud rerumputan, namun klien meminta untuk menggantinya dengan beton.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X