RUU Pertanahan Diharapkan Perkuat Koordinasi Sektor Kehutanan

Kompas.com - 13/08/2019, 10:56 WIB
Ilustrasi hutan. Ilustrasi hutan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan yang saat ini masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarsektor. Terutama, dalam hal pemanfaatan sumber daya hutan.

Guru Besar Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Ahmad Maryudi menjelaskan, pembahasan RUU Pertanahan tidak bisa terlepas dari UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria.

Salah satu kerangka regulasi yang diatur dalam beleid ini yaitu pemisahan penguasaan lahan oleh negara dan privat atau hak milik.

Menurut Ahmad, semangat awal dari UUPA adalah untuk mengatur semua pengelolaan sumberdaya alam berbasis lahan, termasuk hutan dan sektor kehutanan.

"Namun ini ini dikerdilkan oleh berbagai undang-undang sektoral, termasuk UU Pokok Kehutanan Nomor 5/1967, yang dikeluarkan oleh pemerintahan Orde Baru," tulis Ahmad seperti dilansir dari Sebijak.fkt.ugm.ac.id, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Keberadaan RUU Pertanahan Melengkapi UU Pokok Agraria

UU Kehutanan sedianya mengatur bahwa kawasan yang telah ditunjuk menjadi hutan negara, tidak lagi masuk subyek UU PA, tetapi berada di bawah yurisdiksi dan kontrol Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Tetapi, UU tersebut justru juga sekaligus menjadi tonggak konflik sosial," sebut Ahmad.

Padahal, di kawasan yang ditunjuk sebagai hutan (termasuk di kawasan konservasi) telah ada beragam penggunaan, seperti tambang, pemukiman transmigrasi.

"Hal ini mendorong otoritas kehutanan untuk melaksanakan program Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), yang mengukuhkan KLHK sebagai 'tuan tanah', dengan ditunjuknya lebih dari dua-pertiga lahan di Tanah Air sebagai kawasan hutan (saat itu 143 juta hektar) tanpa melihat realitas di lapangan," tutur Ahmad.

Dia menyebut, penolakan terhadap TGHK masih terjadi sampai sekarang. Peta versi KLHK masih tetap dijadikan rujukan utama alokasi dan penggunaan kawasan hutan, tanpa memperhatikan dinamika di lapangan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X