Moda Transportasi Menentukan Kelas Properti

Kompas.com - 06/08/2019, 07:00 WIB
Sinergi yang dilakukan ACP dengan BUMN dan anak usaha BUMN lainnya adalah KSO dengan PT Adhi Persada Properti untuk mengembangkan kawasan LRT City di sisi stasiun LRT Bekasi Timur, yaitu Eastern Green dan Green Avenue. Dok ACPSinergi yang dilakukan ACP dengan BUMN dan anak usaha BUMN lainnya adalah KSO dengan PT Adhi Persada Properti untuk mengembangkan kawasan LRT City di sisi stasiun LRT Bekasi Timur, yaitu Eastern Green dan Green Avenue.

Dia memprediksi, dalam lima tahun ke depan, memiliki hunian di sekitar stasiun MRT akan menjadi tren menarik.

Sementara hunian vertikal di sepanjang jalur LRT Jabodebek, masuk dalam klasifikasi kelas menengah yang dibanderol dengan harga serentang Rp 16 juta hingga Rp 30 juta per meter persegi.

Sebut saja LRT City Green Avenue Bekasi yang merupakan garapan PT Adhi Commuter Properti (ACP). Apartemen yang baru saja dimulai konstruksinya ini dipatok seharga Rp 16 juta per meter persegi.

Kemudian Signature Park Grande yang merupakan portofolio Pikko Land di koridor MT Haryono. Sekarang, apartemen yang hanya selangkah dari LRT Cawang ini ditaksir seharga Rp 30 juta per meter persegi.

Baca juga: Fresh Graduate Bergaji Rp 8 Juta Bisa Beli Apartemen Tersambung Kereta

"Dalam dua tahun ke depan, seiring beroperasinya LRT Jabodebek, pembeli dengan budget terbatas, akan memilih properti terintegrasi stasiun LRT," imbuh Martin.

Adapun rumah-rumah jangkung yang berlokasi terintegrasi, dilintasi, atau dekat dengan stasiun KRL dikategorikan kelas bawah.

Perumnas merupakan pengembang yang saat ini "merajai" pembangunan apartemen terintegrasi Stasiun KRL. 

Tiga proyek tengah mereka kembangkan dengan merek dagang Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina, TOD Margonda, dan TOD Tanjung Barat.

Harganya serentang Rp 12 juta per meter persegi hingga Rp 15 juta per meter persegi atau sekitar Rp 300 juta hingga Rp 400 juta untuk unit termurah.

"Apartemen kami cocok dan sangat bisa diakses generasi milenial dengan pendapatan Rp 8 juta per bulan. Hal ini karena cicilan per bulannya tak lebih dari Rp 3 juta per bulan," kata Direktur Pemasaran Perumnas Anna Kunti Pratiwi.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X