Hotel hingga Toko, Beragam Ide Manfaatkan Bus Transjakarta yang Terbengkalai

Kompas.com - 29/07/2019, 21:03 WIB
Dekorasi vintage ala Spice Bus Lonely PlanetDekorasi vintage ala Spice Bus

Tidak seperti food truck yang membuat pengunjung menunggu di luar, model bus bisa membuat pengunjung leluasa masuk ke dalam.

Terlebih, meski kondisi bus tidak baru, namun pengelola memiliki aturan khusus. Setiap 12 tahun atau setiap 400.000 kilometer, bus sudah harus pensiun. Uniknya lagi, pemerintah setempat akan mendanai penggantian bus.

Sehingga bus-bus bekas tidak langsung dihancurkan atau dibuang namun bisa digunakan kembali atau disumbangkan ke organisasi ini.

Jadi penginapan

Ide lain adalah dengan memanfaatkan bus menjadi penginapan. Sebuah bus milik grup vokal wanita, Spice Girls yang digunakan dalam Spice World saat ini telah diubah menjadi penginapan.

Renovasi bus dilakukan pada bagian kursi dan instalasi lampu neon. Bus tingkat ini dilengkapi dengan ruang ganti dan kamar tidur. Kedua ruangan tersebut berada di lantai atas yang dilengkapi dengan karpet berbentuk bintang.

Sedangkan pada lantai bawah trdapat kursi-kursi dan layar televisi. Sementara area tempat duduk utama diberi bantal.

Suzanne Godley, orang di balik renovasi bus ini mengatakan, bus ini dapat dipesan dengan harga 99 poundsterling atau sekitar Rp 1,8 juta per malamnya.

Perpustakaan

Seorang anak Afghanistan membaca buku di dalam perpustakaan bus, Charmaghz, di Kabul.ASSOCIATED PRESS/RAHMAT GUL Seorang anak Afghanistan membaca buku di dalam perpustakaan bus, Charmaghz, di Kabul.
Gagasan untuk mengubah bus menjadi perpustakaan mulai berkembang. Banyak pemerintah kota atau daerah yang mulai mengembangkan perpustakaan berjalan.

Biasanya perpustakaan keliling itu dibangun dari alat transportasi yang mudah ditemukan, seperti mobil dan bus.

Seperti contohnya di Afghanistan. Melansir Al Jazeera dua buah bus diubah menjadi perpustakaan berjalan yang dipenuhi buku bacaan anak-anak.

Proyek perpustakaan bus yang diberi nama Charmaghz itu, diinisiasi oleh Freshta Karim, pemilik gelar master bidang kebijakan publik dari Universitas Oxford, Inggris.

Bus yang digunakan Karim untuk dijadikan perpustakaan tersebut disediakan oleh Kementerian Perhubungan Afghanistan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X