Pemerintah Bakal Rehabilitasi Rumah Adat di Kampung Ulos Samosir

Kompas.com - 29/07/2019, 17:47 WIB
Rumah adat Gorga KOMPAS.com/DANI PRABOWORumah adat Gorga

SAMOSIR, KOMPAS.com - Pemerintah berencana merevitalisasi rumah adat gorga yang berada di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai desa wisata yang kerap disambangi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri dan pusat perajin ulos di Pulau Samosir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ada sejumlah rumah gorga yang akan diperbaiki karena kondisinya yang sudah tidak laik.

Selain itu, ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern, sehingga nantinya akan direlokasi dan dibuat sepenuhnya menjadi rumah gorga.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 2,4 Triliun untuk Danau Toba, Bangun Apa Saja?

“Hanya ada beberapa rumah, 40-an rumah akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun tetap berlanjut dan keahlian masyarakat terus berlanjut,” kata Basuki usai meninjau lokasi, Senin (29/7/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbincang dengan warga yang tinggal di rumah adat gorga di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.KOMPAS.com/DANI PRABOWO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbincang dengan warga yang tinggal di rumah adat gorga di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Menurut Basuki, kampung ulos Huta Raja mampu menjadi magnet bagi para turis, baik dalam maupun luar negeri.

Terlebih bila kawasan ini dapat ditata dengan lebih baik serta dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar seperti sanitasi.

“Rumah gorga ini menjadi kawasan wisata sekaligus pusaka. Saya kira kita akan rehab pusat tenun Samosir ini,” ujarnya.

Baca juga: Yori Antar Rancang KSPN Danau Toba Lebih Futuristik Berkarakter Lokal

Sementara itu, seorang warga, Lasmauli Simarmata (67) bersyukur dengan rencana revitalisasi tersebut.

Menurut dia, rumah gorga yang ada di wilayah tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu.

Dengan demikian, keberadaan rumah-rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang bagi warga.

“Kami berharap rumah ini bisa diperbaiki. Selain itu kalau bisa ada tambahan toilet, supaya di sini kan akan menjadi kawasan (wisata) internasional, supaya mereka tidak minta tolong ke rumah warga kalau mau buang air kecil,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X