Sejarah Ombilin Sawahlunto, dari Kota Tambang Jadi Situs Warisan Dunia

Kompas.com - 08/07/2019, 07:05 WIB
Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, Sabtu (6/7/2019) Dok. Humas INALUMTambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, Sabtu (6/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( UNESCO) telah menetapkan Kota Tambang Sawahlunto yang berada di Provinsi Sumatera Barat sebagai Situs Warisan Dunia.

Selain Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, terdapat 35 situs lain di dunia yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2019.

Perkembangan kota ini dimulai saat ahli geologi WH de Greve menemukan potensi besar kandungan batubara di tempat tersebut pada tahun 1969, tepatnya di tepi Sungai Ombilin.

Baca juga: 8 Fakta Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto yang Baru Jadi Warisan Dunia

Kemudian, penambangan pertama dilakukan di Desa Sungai Durian oleh Pemerintah Hindia Belanda. Setelah itu, pemerintah kolonial mendirikan perusahaan tambang batubara.

Harian Kompas 15 Februari 1978 menuliskan, tambang batubara Ombilin dibangun pada 1888.

Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto jadi Warisan Dunia UNESCO. Dok. Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto jadi Warisan Dunia UNESCO.
Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pembangunan tersebut berjalan hingga 1891 dan mulai berproduksi pada 1892.

Produksi pertama tambang menghasilkan 47.833 ton batubara.

Bahkan, hingga 1930 produksi batubara Salahwunto dapat memenuhi 90 persen kebutuhan energi di Hindia Belanda.

Ketika aktivitas penambangan berjalan sangat pesat, perlahan, sebuah permukiman lengkap dengan berbagai fasilitas pun mulai bermunculan.

Bahkan, pembangunan tambang pun diiringi dengan konstruksi berbagai infrastruktur seperti jaringan jalan kereta api.

Baca juga: Mengapa Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto Terpilih Jadi Warisan Dunia UNESCO?

Perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan sarana industri pertambangan membuat kota Salahwunto menjadi kota besar di pantai barat Sumatera setelah Padang waktu itu.

Kemasyhuran Sawahlunto sebagai kota tambang terkenal hingga ke seluruh daerah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X