5 Cara Menyiasati Sepinya "Trade Center" (V)

Kompas.com - 05/07/2019, 21:42 WIB
Suasana ITC Kuningan Jakarta, Kamis (4/7/2019). DOKUMENTASI SINARMAS LANDSuasana ITC Kuningan Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Head of ITC Group Sinarmas Land, Christine Tanjungan mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengaktifkan pemasaran produk secara offline to online (O to O).

Mengubah konsep

Direktur Marketing BTC City Andy Chandra mengatakan, terkait fenomena semakin anjloknya pamor trade center, pengelolaan pusat belanja ini lebih sulit dibandingkan dengan mal sewa atau lease mall.

Baca juga: Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (III)

Menurutnya, kios-kios yang ada di trade center sudah menjadi aset pemilik, sehingga susah untuk diatur seragam.

Berbeda dengan mal sewa di mana pengelola memiliki hak untuk mengubah. Selain itu, pengelolaan mal sewa lebih mudah diatur, karena kios yang ada di dalamnya merupakan aset pengembang.

Terkait hal ini, Andy mengungkapkan, pengelola bisa mengubah konsep pusat belanja menjadi community meeting mall. Sementara menurut Stefanus, pengelola dan pedagang dapat bermitra dengan komunitas sehingga bisa langsung menjangkau pelanggan.

Buy back atau co-develop

Sementara CEO Leads Property Hendra Hartono menyarankan pengelola untuk melakukan buy back atau pembelian kembali dan co-develop.

Pola ini mirip dengan pengembangan en bloc di Singapura untuk apartemen tua yang berada di lokasi strategis.

Namun, Hendra mengingatkan, cara ini adalah opsi terakhir yang bisa ditempuh. Jika pengelola memilih cara ini, mereka harus mampu menciptakan ide kreatif yang bisa menarik minat pengunjung.

Meningkatkan tenancy mix

Sinarmas Land selaku pengembang dan pengelola sembilan ITC di Jakarta, Depok, dan Surabaya berupaya menerapkan berbagai strategi guna mengatasi badai ritel yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Ketika Trade Center Dianggap Tak Lagi Menarik (IV)

Head of ITC Group Sinarmas Land Christine Tanjungan mengatakan, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan tenancy mix atau keberagaman tenan, terutama area kuliner serta tempat berkumpul yang menjadi andalan.

Tak hanya itu, pengelola juga menambah berbagai fasilitas, antara lain sarana komunikas nirkabel serta membuat beragam event untuk menarik pengunjung.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengaktifkan pemasaran produk secara offline to online sehingga pedagang dapat memasarkan produknya ke marketplace online yang tersedia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X