Waspadai Puncak Arus Balik di Tol Trans-Jawa

Kompas.com - 06/06/2019, 23:15 WIB
Puncak arus mudik lebaran 2019 di GT Kalikangkung terjadi pada H-4 (1 Juni 2019) dengan total lalulintas sebesar 52.533 kendaraan, Dok. Jasa MargaPuncak arus mudik lebaran 2019 di GT Kalikangkung terjadi pada H-4 (1 Juni 2019) dengan total lalulintas sebesar 52.533 kendaraan,

JAKARTA, KOMPAs.com -  Puncak arus balik diprediksi terjadi antara Sabtu, 8 Juni 2019 atau H+2 lebaran, dan Minggu 9 Juni 2019 atau H+3 Lebaran.

Saat itu, jumlah kendaraan yang berasal dari kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang melintasi Tol Trans-Jawa, akan mencapai angka sekitar 90.000 hingga 100.000 unit.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menuturkan hal itu kepada Tim Merapah Trans-Jawa 4.0 Kompas.com, Kamis (6/6/2019).

"Puncak lalu lintas arus balik ini akan melebihi puncak arus mudik yang terjadi pada Jumat 31 Mei 2019 sebanyak 88.000 kendaraan," ujar Danang.

Baca juga: One Way Arus Balik Dimulai Jumat Besok

Oleh karena itu, BPJT dan pihak terkait akan mempersiapkan skenario khusus saat puncak arus balik nanti.

Di antaranya adalah skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way, yang diterapkan mulai dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Tol Batang-Semarang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek.

Selain one way, akan diberlakukan juga rekayasa lalu lintas contra flow. Hal ini disesuaikan dengan dinamika kondisi lalu lintas di lapangan. 

Baca juga: Simpang Jomin, Jalur Neraka yang Kini Tinggal Legenda

BUJT yang terdampak kebijakan ini yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), PT Semesta Marga Raya (SMR), PT Lintas Marga Sedaya (LMS), dan PT Jasamarga Cabang Jakarta Cikampek, diminta untuk lebih mempersiapkan diri terutama perambuan, rubber cone, guide post, dan petugas layanan jalan tol, untuk terpasang atau tersedia sebelum Jumat (7/6/2019).

Titik Lelah

Sementara, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto menambahkan, GT Kalikangkung merupakan titik krusial dan titik lelah perjalanan bagi para pemudik dari arah barat (Merak, Jakarta, dan sekitarnya) dan arah timur (Surabaya dan sekitarnya).

Selama tujuh hari, 275.160 kendaraan melintasi Jalan Tol Batang-SemarangDok. Jasa Marga Selama tujuh hari, 275.160 kendaraan melintasi Jalan Tol Batang-Semarang
Pemudik harus ekstra konsentrasi, dan waspada berkendara di Tol Batang-Semarang, terutama ketika melewati GT Kalikangkung.

Baca juga: Mudik Lancar, Warganet: Kemacetan Itu Tradisi, Kok Dihilangkan?

"Rekayasa one way sering disikapi sebagai ajang untuk memacu kendaraan secara maksimal. Padahal, di sisi lain, kondisi fisik pemudik yang bersangkutan sudah mencapai titik lelah. Hal ini yang sangat membahayakan," papar Arie.

Arie mencatat, dari total tujuh kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Semarang-Batang selama arus mudik, enam di antaranya dipicu oleh kelelahan (unsafe act) yang merenggut satu korban meninggal dunia. Sementara hanya satu kasus karena pecah ban.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X