Melepas Jebakan "Negara Berpenghasilan Menengah" (II)

Kompas.com - 14/05/2019, 16:00 WIB
Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar ceruk tebing di Pantai  Ngandong, Gunungkidul, DIY, untuk mengantisipasi wisatawan berlindung di dalam ceruk saat liburan Natal dan Tahun Baru, Senin (24/12/2018). Dokumentasi Sar Satlinmas Korwil II GunungkidulPetugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar ceruk tebing di Pantai Ngandong, Gunungkidul, DIY, untuk mengantisipasi wisatawan berlindung di dalam ceruk saat liburan Natal dan Tahun Baru, Senin (24/12/2018).

Lokasi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa menyebabkan wilayahnya berada di area curah hujan tropis berat. Dipadukan dengan lokasinya yang terletak di Cincin Api Pasifik, membuat negara ini rentan dengan bencana alam. Hal ini bagian dari risiko dan menjadi halangan besar untuk arus barang dan jasa bila terjadi bencana sewaktu-waktu. 

Bayangkan, bahkan gempa yang relatif kecil di Indonesia dapat menyebabkan kerusakan serius,  termasuk mengakibatkan korban jiwa, karena sebagian dari infrastruktur yang dibangun tidak dirancang cukup kuat untuk menyerap kekuatan gempa itu.

Sementara itu, selama musim hujan (tahunan), pemeliharaan infrastruktur jalan yang buruk dengan drainase yang tidak memadai juga dapat menyebabkan banjir dan mengganggu arus barang.

Segudang catatan infrastruktur di atas, ke depan masih menjadi tugas dan pekerjaan rumah susulan bagi Indonesia.

Meski akhir-akhir ini geliat membangun infrastruktur sudah menemukan momentumnya walau dengan segala risiko yang tersisa masih harus diatasi, seperti, risiko biaya Operation & Maintenance infrastruktur rel LRT, MRT dan jalan tol baru yang tak akan tertutupi dari pendapatan tarif untuk masa 10 tahun sampai dengan 15 tahun ke depan.

Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/hp.ANTARA FOTO/Risky Andrianto Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/hp.
Pekerjaan rumah lain adalah memastikan pasokan input barang dan jasa infrastrutur tetap harus semaksimum mungkin menggunakan sumber daya lokal dan produk dalam negeri, ini mutlak agar neraca pedagangan di sisi lain juga aman tidak defisit.

Ini catatan negatif penting untuk kita maklumi dalam episode pembangunan infrastruktur baru-baru ini. Untuk itu Indonesia juga harus lebih sungguh-sungguh mengembangkan tenaga kerja yang handal, terampil, dan innovation-driven.

Ke depan ekosistem kebijakan publik dan riset harus dapat mendorong melahirkan produk-produk unggulan, upaya lanjutan ini perlu diwadahi sesegera mungkin.

Dalam era revolusi 4.0 wadah dan kebijakan untuk "sand-boxing teknologi baru" sudah menjadi keharusan dan tidak bisa ditawar-tawar. Apa itu sand-boxing?

Akan saya bahas dalam seri artikel selanjutnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X