Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karena Tol JORR, Harga Properti dan Tanah di Serpong Meroket Tajam

Kompas.com, 26 April 2019, 19:00 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan infrastruktur jalan tol diyakini berdampak positif bagi kalangan dunia usaha.

Kalangan pengusaha berpendapat, keberadaan jalan tol bisa memberi kelancaran perjalanan terutama untuk angkutan barang (logistik), jasa, dan manusia.

Selain itu, aktivitas perekonomian di daerah sekitarnya juga bisa meningkat karena efisiensi waktu, dan juga biaya.

Begitu pula dengan kehadiran Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang mengelilingi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tol ini menjangkau sejumlah kota penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor.

Salah satu sektor yang mendapat pengaruh positif yaitu properti. Sejumlah pengembang berlomba membangun proyek di sekitar Tol JORR karena dinilai berpotensi memudahkan akses bagi para konsumennya.

Sebut saja Medialand. Perusahaan properti yang berada di bawah naungan Grup Kompas Gramedia ini juga merasakan manfaatnya.

Baca juga: JORR 2 Diprediksi Jadi Akses Utama Satu Dekade Mendatang

Presiden Direktur Medialand Teddy Surianto mengatakan, perusahaannya memiliki sejumlah properti yang berlokasi di sekitar JORR, misalnya gedung pertemuan International Convention and Exhibition (ICE) di Serpong, Tangerang.

“Dampak positif dari daerah yang dilewati Tol JORR misalnya di Serpong, di situ ada gedung ICE. Ada akses langsung dari bandara, jadinya lebih dekat. Daerah di sekelilingnya juga berkembang,” ucap Teddy kepada Kompas.com, Jumat (26/4/2019).

Presiden Direktur Medialand Teddy Suriantowww.kompas.com Presiden Direktur Medialand Teddy Surianto
Masih di wilayah yang sama, Medialand juga mengelola perguruan tinggi Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Di kompleks kampus itu juga terdapat asrama untuk mahasiswa.

Dia menuturkan, saat ini terdapat hotel bintang lima yang berada di depan kampus UMN. Selain itu, ada pula kantor perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan informasi.

Menurut Teddy, kehadiran berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup itu secara langsung atau tidak merupakan pengaruh dari keterhubungan akses transportasi melalui Tol JORR yang bisa diakses dari Serpong.

Baca juga: JORR 2 Segera Beroperasi, Kota Mandiri Baru Diprediksi Tumbuh

“Dengan tersambungnya tol bisa jadi lebih cepat. Ekonomi pun jadi hidup,” imbuhnya.

Teddy memberi contoh lain yang menunjukkan semakin menggeliatnya perekonomian di Serpong. Misalnya dengan banyaknya tempat makan yang menjadi obyek wisata kuliner masa kini, perkantoran, perumahan, sekolah, dan rumah sakit.

Harga tanah meroket

Bahkan, harga tanah di sana pun sekarang ini meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Gedung new Media Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi contoh konsep gedung hemat energi bagi universitas lainnya, Senin (21/4/2014).Yohanes Debrito Neonnub Gedung new Media Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi contoh konsep gedung hemat energi bagi universitas lainnya, Senin (21/4/2014).
Teddy mengungkapkan, harga tanah di Serpong yang dekat dengan akses jalan arteri dan jalan tol saat ini antara Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per meter persegi.

Harga itu berbeda jauh jika dibandingkan tahun 2007 yang hanya berkisar di antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per meter persegi.

“10 sampai 12 tahun ini harganya enggak karuan, mungkin karena untuk bisnis. Apalagi kalau disambung dengan tol. Makin banyak orang yang cari di sana. Ini pengaruh dari infrastruktur, dampaknya sangat positif. Muncul poin-poin ekonomi baru. Mudah-mudahan lebih cepat tersambung,” paparnya.

Dia mengharapkan dengan tersambungnya jalan tol di seluruh wilayah Jabodetabek akan menghasilkan kondisi perekonomian yang jauh lebih baik.

Namun, perlu diingat bahwa pembangunan jalan tol membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Menurut Teddy, pemerintah melalui lembaga dan kementerian harus bisa melakukan pembebasan tanah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Jika pembebasan tanah itu bisa berlangsung dengan baik, maka konstruksi jalan tol bisa dilakukan dengan lancar dan berbagai golongan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

“Critical point-nya soal tanah, pemerintah harus bisa lancar membebaskannya. Misalnya ada Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR. Kalau tanah itu bebas, bisa lebih cepat dibangun. Dampak ekonominya akan luar biasa bagi masyarakat dan usaha kecil menengah,” pungkasnya.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Status Terkini Tol JORR 2

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau