Kompas.com - 26/04/2019, 17:00 WIB
Seorang pekerja terlihat membersihkan alat berat disela proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Parigi, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol  ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pekerja terlihat membersihkan alat berat disela proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Parigi, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 diharapkan dapat melengkapi keberadaan moda transportasi massal seperti Light Rail Transit (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Bernardus Djonoputro mengatakan, Tol JORR 2 dapat menjadi salah satu pemantik lahirnya sejumlah kota satelit mandiri di sekitar wilayah DKI Jakarta.

Masyarakat pun diharapkan memiliki lebih banyak alternatif untuk tinggal di sekitar wilayah DKI, lantaran jarak tempuhnya yang relatif tidak terlalu jauh ke pusat kota.

"Jadi pergerakan JORR 2 itu lebih kepada membuka akses dari jalur utama ke kota mandiri. Itu juga bisa menjadi komplementer dari sumbu-sumbu LRT dan MRT," kata Bernie kepada Kompas.com, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: JORR 2 Segera Beroperasi, Kota Mandiri Baru Diprediksi Tumbuh

Ia memprediksi, dalam kurun 10 hingga 20 tahun ke depan, masyarakat akan menggunakan JORR 2 sebagai akses utama untuk membantu pergerakan mereka dari wilayah timur ke barat Jakarta.

Sementara untuk ke pusat kota, mereka akan menggunakan moda transportasi massal seperti LRT dan MRT yang kelak akan terintegrasi jaringannya.

Untuk mendukung konektivitas tersebut, maka diperlukan angkutan pengumpan (feeder)  dari kota satelit ke moda transportasi massal. Angkutan tersebut nantinya dapat melewati JORR untuk memudahkan pergerakannya.

"Karena kita tidak mungkin kan membangun MRT atau LRT yang paralel dengan JORR 2 yang melintang dan menusuk ke dalam," imbuh Bernie.

Dengan adanya integrasi antara moda transportasi dan infrastruktur ini diharapkan kemacetan pun akan semakin berkurang.

Baca juga: JORR 2 Berdampak Signifikan jika Trase Logistik Berbasis Rel Ditambah

Di samping itu, Bernie melanjutkan, perlu adanya pembangunan sistem transportasi berbasis rel yang kelak dapat membantu perpindahan barang logistik skala besar dari pelabuhan ke sejumlah wilayah.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi terjadinya pertemuan antara truk dengan kendaraan pribadi di jalan tol yang dapat berimbas pada semakin meningkatnya kemacetan.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Status Terkini Tol JORR 2

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.