Kawasan Industri Tanah Kuning di Tanjung Selor Siap Terima Investor

Kompas.com - 31/03/2019, 17:23 WIB
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menandatangani kesepakatan dan komitmen bersama rencana aksi pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Rabu (27/3/2019). Kementerian PUPRKepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menandatangani kesepakatan dan komitmen bersama rencana aksi pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus giat melakukan pembukaan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Satu di antaranya adalah kota baru mandiri Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kendati populasinya tidak sebanyak kota mandiri lainnya, namun, Tanjung Selor punya potensi menarik yang dapat dikembangkan pada kemudian hari.

Salah satu potensi yang bisa dikembangkan bersama investor swasta yaitu Kawasan Industri Tanah Kuning yang telah dicanangkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). 

Selain akan dikembangkan sebagai kawasan industri, di lokasi yang sama juga akan dikembangkan pelabuhan internasional.

Saat ini, pengembangan kawasan industri Tanah Kuning tengah dalam proses penetapan lokasi.

Berbeda dengan Maja di Kabupaten Lebak, Banten, pengembangan Tanjung Selor, ibu kota Kalimantan Utara, sebagai kota baru mandiri perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menjelaskan, dukungan tersebut diperlukan karena jumlah penduduk Tanjung Selor yang relatif sedikit.

"Tanjung Selor itu masih kosong. Di sana penduduknya masih sedikit, hanya 35.000 orang," ungkap Hadi kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Baca juga: Tanjung Selor, Model Pengembangan Ibu Kota Baru

Minimnya jumlah penduduk ini belum menarik minat investor swasta untuk membenamkan dananya di sana. Berbeda dengan Maja yang penduduknya relatif cukup banyak.

"Kalau Maja kan potensi penduduknya lebih banyak, kalau untuk jualan rumah pasti lebih laku lah. Dan di sekilingnya juga sudah ramai," sambung Hadi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X