Dubes Jepang Sebut Jokowi Ingin Trase MRT "East-West" Cepat Dibangun

Kompas.com - 24/03/2019, 21:36 WIB
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGRangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta dapat segera dilanjutkan. Tak hanya trase selatan utara (South-Nort), tetapi juga trase timur barat (East-West).

Hal itu diungkapkan Jokowi kepada Ishii, sebelum peresmian pengoperasian Fase 1 MRT Lebak Bulus-Bundaran HI, Minggu (24/3/2019) pagi.

"Hari ini ketika saya naik MRT, Presiden bilang beliau juga ingin terus kerja sama dengan Jepang untuk bangun MRT. Dan selain itu Pak Presiden mengatakan tentang jalur timur barat juga, beliau mengatakan cepat-cepat untuk pembangunan tersebut," kata Ishii menjawab pertanyaan Kompas.com.

Saat ini, kajian pembangunan trase timur-barat atau fase tiga masih terus dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca juga: Dubes Jepang Tidak Sabar Naik MRT Jakarta untuk Makan Siang di Blok M

Secara prinsip, Ishii mengaku, pihaknya siap membantu Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan hal tersebut.

Terlebih, sebelumnya juga sudah ada permintaan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Jepang terlibat dalam pembangunan proyek MRT selanjutnya.

Sementara itu, Wakil Presiden JICA Yasushi Tanaka memastikan, siap mendukung rencana pembangunan trase timur-barat.

Hanya, untuk sementara JICA belum dapat memberikan informasi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Baca juga: Baru Delapan Rangkai Kereta MRT Jakarta yang Beroperasi

"Mengenai dana jalur timur barat kami baru melakukan perancangan. Karena itu biaya belum ditentukan," kata Tanaka.

Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk mencapai 10 juta jiwa, perpanjangan trase MRT di Jakarta merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X