Dubes Jepang Tidak Sabar Naik MRT Jakarta untuk Makan Siang di Blok M

Kompas.com - 24/03/2019, 20:30 WIB
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (batik oranye) dan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Yasuhiro Shinohara (batik coklat) memberikan pernyataan kepada awak media setelah peresmian MRT di depan Stasiun Bundaran HI, Minggu (24/3/2019).Kompas.com / Dani Prabowo Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (batik oranye) dan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Yasuhiro Shinohara (batik coklat) memberikan pernyataan kepada awak media setelah peresmian MRT di depan Stasiun Bundaran HI, Minggu (24/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengaku, tak sabar ingin menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.

Salah satunya, menggunakan moda transportasi berbasis rel ini untuk makan siang di salah satu pusat perbelanjaan di Blok M, Jakarta Selatan.

"Kedubes Jepang akan ke sana. Saya secara pribadi ingin gunakan MRT. Ketika makan siang saya ingin makan MRT ke Blok M. Kalau saya makan siang di Blok M saya akan posting di Instagram," seloroh Ishii menjawab pertanyaan Kompas.com, Minggu (24/3/2019).

Jarak Kedutaan Besar Jepang yang berada di Jalan MH Thamrin Nomor 24 memang terbilang cukup dekat dengan Stasiun MRT Bundaran HI.

Baca juga: 2024, Fase 2 MRT Jakarta Ditargetkan Rampung

Bila berjalan kaki hanya dibutuhkan waktu kurang dari lima menit karena jaraknya hanya terpaut 100 meter saja.

Adapun salah satu lokasi pemberhentian atau stasiun MRT berada tepat di depan Blok M Plaza. Bahkan, stasiun tersebut terintegrasi dengan jalur layang pedestrian menuju pusat perbelanjaan tersebut.

Peresmian MRT Jakarta jalur Selatan-Utara Fase 1 dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, sebut Ishii, merupakan titik awal penguatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat peresmian tersebut, sekaligus mencanangkan pembangunan MRT Fase 2 dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang delapan kilometer.

"Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga ingin meminta bantuan dari Jepang untuk membangun rute MRT sepanjang 200 kilometer selama 10 tahun. Proyek kerja sama antara Jepang dan Indonesia akan terus berlanjut," kata dia.

Hadirnya MRT, imbuh Ishii, akan memberikan dampak besar bagi kemajuan sistem transportasi publik di Tanah Air khususnya Jakarta.

Baca juga: Secara Bertahap, Penumpan MRT Jakarta Diperkirakan 130.000 Per Hari

Kemacetan yang selama ini terjadi akan dapat diurai, sehingga diharapkan tingkat perekonomian Indonesia akan semakin membaik.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Yasuhiro Shinohara mengatakan, sebelum ada MRT Jakarta, waktu tempuh Lebak Bulus ke Bundaran HI dapat mencapai satu jam.

"Tapi dengan ini bisa mencapai 30 menit," kata Shinohara.

Baca juga: MRT Jakarta Incar Pendapatan Rp 180 Miliar dari Penjualan Tiket

Ia menambahkan, Jepang dulu juga menghadapi persoalan transportasi yang sama seperti Jakarta. Mulai dari pencemaran udara hingga polusi suara.

Namun secara bertahap Pemerintah Jepang mengambil kebijakan untuk mendorong masyarakat berpindah dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

"Kami pihak Jepang ingin berkontribusi kepada Indonesia dengan mengekspor infrastruktur berkualitas, seperti kereta tersebut," tutupnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X